CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Tradisi fantasy coffin di Ghana menghadirkan peti mati dengan bentuk unik yang mencerminkan pekerjaan, karakter, dan impian mendiang semasa hidup.
Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, di Ghana, Afrika Barat, peti mati dapat dibuat menyerupai ikan, pesawat, mobil, hingga berbagai benda yang memiliki makna khusus bagi orang yang meninggal dunia.
Tradisi yang dikenal sebagai fantasy coffin atau abebuu adekai ini berkembang di kalangan masyarakat Ga, yang banyak tinggal di sekitar Accra, ibu kota Ghana.
Peti mati tersebut dirancang untuk menggambarkan pekerjaan, karakter, status sosial, maupun impian mendiang semasa hidupnya.
Bagi masyarakat yang menjalankan tradisi ini, peti mati bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan juga simbol penghormatan dan pengingat akan kehidupan seseorang.
Beragam Bentuk Peti Mati dengan Makna Khusus
Keunikan fantasy coffin terletak pada bentuknya yang disesuaikan dengan identitas orang yang meninggal dunia.
Seorang nelayan, misalnya, dapat menggunakan peti mati berbentuk ikan atau perahu.
Sementara itu, peti berbentuk pesawat dapat dipilih untuk seseorang yang memiliki impian bepergian atau ketertarikan terhadap dunia penerbangan.
Ada pula peti mati berbentuk mobil, hasil pertanian, hewan, hingga benda sehari-hari lainnya.
Setiap desain memiliki cerita tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan, harapan, atau kedudukan mendiang di tengah masyarakat.
Tradisi peti mati figuratif ini mulai berkembang pada pertengahan abad ke-20.
Salah satu tokoh yang dikenal dalam perkembangannya adalah pengrajin kayu Seth Kane Kwei dari Teshie, kawasan pesisir dekat Accra.
Sejumlah catatan sejarah mengaitkan popularitas peti mati berbentuk pesawat dengan kisah nenek Kane Kwei yang tertarik pada pesawat terbang, tetapi tidak sempat merasakan perjalanan menggunakan pesawat.
Kisah tersebut menjadi salah satu cerita yang menjelaskan bagaimana bentuk peti mati dapat merepresentasikan keinginan seseorang semasa hidupnya.
Makna Kematian dan Penghormatan kepada Mendiang
Dalam pandangan budaya masyarakat Ga, pemakaman memiliki arti penting sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang meninggal dunia.
Sebagian masyarakat memandang kematian sebagai peralihan menuju alam leluhur, sehingga upacara pemakaman menjadi bagian penting dalam hubungan keluarga dengan mereka yang telah tiada.
Melalui peti mati yang dirancang secara khusus, keluarga dapat mengenang perjalanan hidup mendiang sekaligus menunjukkan identitasnya kepada masyarakat.
Bentuk peti tersebut menjadi semacam cerita visual tentang siapa orang itu, apa yang dikerjakannya, dan hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupannya.
Kini, fantasy coffin juga dikenal sebagai salah satu bentuk seni kriya Ghana dan telah menarik perhatian museum serta pameran seni internasional.
Tradisi peti mati unik di Ghana memperlihatkan bagaimana budaya dapat menghadirkan cara berbeda untuk mengenang seseorang.
Bukan hanya sebagai penanda akhir kehidupan, peti mati juga menjadi simbol identitas, kenangan, dan penghormatan terakhir bagi orang yang telah tiada. (*)