Ini Penyebab Banjir Bandang di Nepal, Akses Evakuasi Terputus 

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:01 WIB
Kondisi setelah banjir bandang. Foto: Kanal Youtube @AlJazeeraEnglish, Prakash Mathema
Kondisi setelah banjir bandang. Foto: Kanal Youtube @AlJazeeraEnglish, Prakash Mathema

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Banjir bandang bercampur lumpur dan material bebatuan tiba-tiba menerjang kawasan terpencil di perbatasan Nepal dengan wilayah otonom Tibet, Tiongkok.


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, banjir bandang perbatasan Nepal dan Tibet tersebut datang tanpa peringatan dan langsung menerjang permukiman serta kendaraan milik warga.


Detik-detik bencana terekam kamera CCTV. Dalam rekaman yang beredar melalui kanal YouTube Al Jazeera English, terlihat derasnya aliran banjir bandeng perbatasan Nepal dan Tibet membawa lumpur dan bebatuan menerjang kawasan permukiman.

 

Menurut pejabat Nepal, lokasi terdampak berada di salah satu jalur populer menuju Gunung Kailash di Tibet. Gunung tersebut dikenal sebagai kawasan sakral yang dihormati oleh umat Hindu, Buddha, Jain, hingga penganut Bonpo.


Dahsyatnya terjangan banjir membuat sejumlah kendaraan, mulai dari truk hingga mobil, ikut terseret arus. Rumah dan berbagai bangunan di sekitar lokasi juga terdampak material banjir.


Bencana ini bukan sekadar banjir akibat tingginya curah hujan selama musim monsun. Banjir dipicu longsor berskala besar yang membendung aliran Sungai Baoshi. Ketika material longsoran menerjang dan aliran air kembali bergerak, banjir bandang pun terjadi secara tiba-tiba.

 

*Lumpur Tebal Hambat Proses Evakuasi*


Upaya penyelamatan korban di kawasan terdampak menghadapi kendala berat. Mengutip laporan CNN International, media pemerintah Tiongkok menyebut material lumpur di sejumlah titik mencapai sekitar lima kaki atau lebih dari 1,5 meter


Lebih dari 20 jam setelah banjir menerjang kawasan Tibet, tim penyelamat Tiongkok masih kesulitan mencapai Pelabuhan Perbatasan Gyirong.


Tumpukan lumpur, batu, dan puing-puing longsoran menutup jalan utama menuju lokasi bencana. Kondisi tersebut membuat akses transportasi terputus dan menyulitkan tim penyelamat untuk segera memberikan bantuan kepada warga yang terisolasi.


Kesulitan semakin bertambah sejak Kamis pagi. Jalur distribusi logistik ikut terganggu sehingga pasokan kebutuhan penting tidak mudah masuk ke kawasan terdampak.


Di tengah kondisi tersebut, warga yang terisolasi membutuhkan bantuan dan evakuasi secepat mungkin.


*Xi Jinping Instruksikan Pencarian Korban*


Menanggapi bencana yang terjadi secara mendadak tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping menginstruksikan pencarian menyeluruh terhadap warga yang masih hilang.


Selain pencarian korban, pemerintah juga diminta memperkuat sistem peringatan dini untuk mengantisipasi bencana serupa.


Petugas penyelamat dari kedua wilayah di sekitar perbatasan terus bekerja mencari kemungkinan korban selamat di antara timbunan lumpur dan puing-puing bangunan.


Sementara itu, sejumlah lembaga bantuan internasional turut mengajak masyarakat memberikan donasi guna membantu warga yang terdampak bencana banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok.(*)

Editor : Weny Firmansyah
banjir bandang