CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Koalisi Masyarakat Dogiyai di Nabire melakukan dialog dengan Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jermias Rontini, di Cafe Chartenz, Kamis (2/4/2026).
Dialog yang dipimpin langsung Kapolda ini guna menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan konflik di Kabupaten Dogiyai.
Dalam pertemuan tersebut, koalisi meminta Kapolda Papua Tengah mengevaluasi Kapolres Dogiyai serta mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan anggota Polres Dogiyai, Juventus Edowai serta enam masyarakat sipil yang tertembak dalam peristiwa yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Koordinator Koalisi Masyarakat Dogiyai, Andrias Gobai, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas penanganan konflik yang dinilai tidak persuasif dan berujung pada jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil.
“Penanganan seharusnya dilakukan secara profesional melalui olah TKP dan pendekatan persuasif, bukan dengan tindakan kekerasan,” ujar Andrias.
Ia menjelaskan, insiden bermula dari penganiayaan dan pembacokan terhadap anggota Polres Dogiyai, Juventus Edowai, yang kemudian memicu konflik berkepanjangan di wilayah Kamuu.
Akibat konflik tersebut, sedikitnya enam masyarakat sipil menjadi korban, yakni Siprianus Tibakoto (25), Martinus Yobee (17), Angkian Edowai (20), Ester Pigai (60) yang ditembak di dalam rumahnya, Maikel Waine yang mengalami luka-luka, serta Feri Auwe pada 2 April 2026.
“Atas kondisi ini, kami meminta Kapolda Papua Tengah mengambil langkah tegas,” tegasnya.
Koalisi pun menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak evaluasi terhadap Kapolres Dogiyai, Kompol Yocbeth Mince Mayor, karena dinilai tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta gagal mengungkap kasus kriminal yang berulang.
Kedua, meminta Polda Papua Tengah bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah turun langsung ke Dogiyai guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
“Sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, dan damai,” kata Andrias.
Ketiga, mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku penganiayaan terhadap anggota Polri, Juventus Edowai, serta pelaku penembakan terhadap masyarakat sipil.
“Proses penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” sambungnya.
Selain itu, koalisi juga meminta agar tidak dilakukan penambahan pasukan ke Dogiyai menjelang perayaan Paskah pada 3 hingga 7 April 2026 guna menghindari potensi eskalasi konflik.
Koalisi mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar perayaan Paskah dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh kekhusyukan. (*)
Editor : Elfira Halifa