Kunjungan Kerja Ke Biak, Mensos RI Serahkan 1.000 Ekor Babi

Administrator • Dipublikasikan Jumat, 2 Juni 2023 | 12:45 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia Dr ( Hc) Ir. Tri Rismaharini, MT, di damping Bupati Biak Numfor, Papua Herry Ario Nap, S.Si,M.Pd dan Wakil Bupati Biak Numfor, Papua Calvin Mansnembra beserta rombongan saat melihat-lihat kuliner-kuliner yang dipajang di
Menteri Sosial Republik Indonesia Dr ( Hc) Ir. Tri Rismaharini, MT, di damping Bupati Biak Numfor, Papua Herry Ario Nap, S.Si,M.Pd dan Wakil Bupati Biak Numfor, Papua Calvin Mansnembra beserta rombongan saat melihat-lihat kuliner-kuliner yang dipajang di

Biak- Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kota Jayapura, Papua Rabu,(31/5/2023) Menteri Sosial Republik Indonesia Dr ( Hc) Ir. Tri Rismaharini, MT, bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja yang sama ke Kabupaten Biak Numfor, Kamis(1/6). 


 Kunjungan Mensos Risma ke Kabupaten Biak Numfor, Papua adalah kunjungan yang ke sekian kalinya dengan memberikan bantuan pemberdayaan di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.


 Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Biak Numfor, Papua Menteri Sosial RI menyerahkan Bantuan Stimulan Pemberdayaan bagi 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa ternak bibit babi 1.000 ekor dan pakaian harian 1.000 pasang di Lapangan Cenderawasih.


 Bantuan stimulan ini diberikan kepada Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap bersama Wakil Bupati Biak Numfor Calvin Masnembra, dan Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua  Pdt. Hizkia Rollo di Lapangan Cenderawasih.


 Selain bantuan stimulan pemberdayaan yang diberikan, Mensos Risma juga memberikan bantuan sarana prasarana 1 unit Pabrik Es  untuk membantu nelayan setempat dalam mendinginkan ikan agar lebih awet di Kab. Biak Numfor.


 Setelah itu dilanjutkan dengan melihat-lihat hasil kerajinan dan kuliner warga setempat yang dipajang di dalam Tribun Lapangan Cenderawasih dan selanjutnya dilanjutkan dengan melakukan ramah tamah dengan masyarakat, Pimpinan TNI dan Polri di Biak serta Forkopimda Biak Numfor di Home Stay HAN Pantai Wisata Paray. 


 Menteri Sosial Republik Indonesia Dr ( Hc) Ir. Tri Rismaharini, MT, kepada wartawan pada kesempatan tersebut menyampaikan sebetulnya Biak ini sangat kaya, potensinya luar biasa cuman memang karena  posisinya jauh sehingga perlu treatmen khusus penanganan.  


 Melihat potensinya kata Mensos sebetulnya yang harus dilakukan adalah bagaimana ‘memperpanjang mata rantai’ sehingga bisa seperti yang dikatakan bapak Presiden yaitu menjual sesuatu dalam bentuk barang jadi bukan mentah. 


 "Karena apa karena disitu ada proses yang akan kemudian menampung tenaga kerja kemudian memberikan nilai tambah terutama dari sisi ekonomi.   Nah, itulah yang sebetulnya bisa dilakukan karena itu ia mencoba bagaimana dari Kementerin Sosial  membantu memberikan trigger-trigger setelah itu ada kekurang barulah bantu oleh Kementerian Sosial," ungkapnya.


  Contohnya misalkan mereka yang penghasil ikan luar biasa kemudian bingung saat mereka harus menyimpan karena tidak mungkin ikan itu bisa habis terjual dalam sehari. Kadang bisa habis juga tidak.  


 Nah, kemudian bagaimana pengawetannya, mereka minta babi nanti kita siapkan. Nanti kalau memang kurang ya nanti kita akan bantu lagi karena itu dibuat memang di lokasi-lokasi atau titik yang mereka membutuhkan. 


 "Yang kedua kita juga akan bantu di pengemasan, branding dan packing. Sebenarnya sudah sangat bagus cumanya kita harus tahu bahwa ini untuk kita jual sehingga kemasan, branding, packing itu menjadi sangat penting karena sebetulnya orang yang punya uang dia lihat kemasan bagus sudah tertarik," terangnya. 


 Dia menambahkan apalagi kalau rasanya enak apalagi sehat dia akan lebih tertarik. Jadi kekuatan branding sama packing itu sangat berpengaruh kepada nilai tambah dari suatu prodak karena itu kita akan bantu untuk bagaimana mendrigger, branding dan packing selain bagaimana melakukan pemberdayaan.(ren/wen)

Editor : Administrator
papua BIAK