BIAK-Masyarakat di Kabupaten Biak Numfor kembali digegerkan penemuan sesosok mayat di Jalan Suneri Distrik Yendidori (jalan baru dari Dafuar menuju ke Biak Barat). Sosok mayat itu awalnya dilaporkan oleh warga yang berkebun di wilayah tersebut. Warga mencium ada bau menyengat lalu dicari dan ditemukan mayat yang kondisinya sudah hitam. Atas penemaun itu, warga pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Yendidori.
Mayat laki-laki yang diketahui bernama Ilham Husein (39) alias Ilo itu diduga dirampok dan dibunuh. Pasalnya, dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter forensic RSUD Biak ditemukan sejumlah luka tak wajar di sekujur tubuh korban. Luka di bagian pelipis, di bagian lengan dan sejumlah lainnya, serta lilitan tali di leher korban.
Selain itu, barang-barang berharga miliki korban yang dipakai juga hilang. Dua cincin emas yang biasa digunakan korban sudah tidak ada ketika mayatnya ditemukan, demikian 1 buah kalung emas dan gelang emas milik korban juga sudah tidak ada. Diduga korban dihabisi lalu dibuang ke hutan yang jauh dari pemungkiman warga dengan tujuan untuk menghilangkan jejak.
Korban sehari-harinya biasanya membeli ikan di Pasar Ikan Bosnik lalu dijual di Pasar Ikan Fandoy. Setiap harinya, juga membantu saudaranya jualan bensin dan menjaga kios di dekat lampu merah Jalan Majapahit. Korban sendiri memang laki-laki, namun dikenal agak feminim.
“Korban memang sudah dilaporkan hilang sejak Senin malam, dan saat hilang langsung kehilangan kontak. Nomor HP korban tidak aktif, nah setelah beberapa hari kemudian dilaporkan masyarakat kalau ada mayat di temukan di Jalan Suneri. Yang laporkan ini masyarakat yang akan berkebun,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.,M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Jefri Tambunan, S.IK.,SH kepada Cenderawasih Pos, Jumat (28/6) kemarin.
Penyidik terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Bahkan sebanyak 5 orang saksi telah diperiksa. Penyidik Polres Biak Numfor juga akan mengandeng penyidik dari Polda Papua dalam melakukan pengembangan penyelidikan terhadap dugaan kasus peramporan dengan kekerasan itu.
“Dari lukanya, hasil visum dan pengembangan penyelidikan sementara diduga kuat kalau korban dirampok dan dihabisi. Namun kepastian penyebab kematiannya, kami masih terus mendalaminya dan melakukan pengembangan penyelidikan,” tandas Kasat Reskrim Jeffri Tambunan menambahkan. (itb/tri)
Editor : Administrator