Bulan Bakti KKP ke-27 Dipusatkan di Samber Binyeri Biak, Ratusan Nelayan Terima Bantuan

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 20:21 WIB
PSDKP Biak dan juga unsur Angkatan laut maupun dinas Perikanan Provinsi Papua bersama melakukan Bulan Bakti KKP di Kampung Nelayan Merah Putih Percontohan Nasional, Samber Binyeri Biak, Rabu (4/11). (Ismail/Ceposonline).
PSDKP Biak dan juga unsur Angkatan laut maupun dinas Perikanan Provinsi Papua bersama melakukan Bulan Bakti KKP di Kampung Nelayan Merah Putih Percontohan Nasional, Samber Binyeri Biak, Rabu (4/11). (Ismail/Ceposonline). 

 

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Puncak peringatan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke-27 di Kabupaten Biak Numfor dipusatkan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Samber Binyeri, Rabu (4/11). Kegiatan tersebut diwarnai aksi bersih pantai bersama Trash Hero Biak-Supiori, pelayanan kesehatan, edukasi pengelolaan sumber daya laut, hingga penyaluran bantuan kepada ratusan nelayan.

 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, PSDKP Biak, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, unsur TNI Angkatan Laut, kelompok pecinta lingkungan, pegiat kelautan dan perikanan, serta masyarakat nelayan setempat.

 

 

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan peringatan Bulan Bakti KKP menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap kelestarian laut sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai program pemberdayaan.

 

 

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, serta berbagai mitra. Salah satu kegiatan utamanya adalah bersih pantai sebagai bagian dari upaya membudayakan kecintaan terhadap laut dengan menjaga kebersihannya dari sampah plastik," ujar Iman.

 

 

Selain aksi bersih pantai, kegiatan tersebut menghadirkan gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk olahan hasil perikanan masyarakat Samber Binyeri. Gerai ini diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran.

 

 

Menurut Iman, kegiatan juga menghadirkan gerai pelayanan mutu hasil perikanan yang memberikan edukasi mengenai standar kualitas dan sertifikasi produk, baik bagi unit pengolahan ikan maupun pelaku UMKM. Sementara itu, gerai Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) memberikan pemahaman mengenai aturan dan persetujuan pemanfaatan wilayah pesisir serta ruang laut.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Iman turut mengungkapkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papua. Dari sekitar 88 kampung yang diusulkan pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sekitar 54 hingga 58 kampung dapat dikejar penyelesaian pembangunannya hingga November atau pertengahan Desember mendatang.

 

 

"Kalau ini terwujud, tentunya akan membuahkan harapan besar bagi peningkatan produksi maupun pembukaan lapangan kerja bagi para nelayan kita untuk meningkatkan kesejahteraannya," katanya.

 

 

Sementara itu, Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Biak, Mochamad Erwin, menegaskan bahwa peringatan Bulan Bakti KKP bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan manfaat langsung kepada masyarakat pesisir.

 

 

"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan kontribusi negara melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat pesisir yang selama ini memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan produksi perikanan nasional," jelasnya.

 

 

Erwin menyebutkan, sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada masyarakat nelayan. Selain itu, tersedia pelayanan pemeriksaan kesehatan, edukasi mutu hasil perikanan, serta kegiatan peningkatan kecakapan yang melibatkan BP3 Ambon. Bantuan dan pembinaan juga diberikan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) guna memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan berbasis masyarakat.

 

 

Menurutnya, keterlibatan Pokmaswas sangat penting mengingat luasnya wilayah perairan yang harus diawasi. Karena itu, partisipasi masyarakat pesisir menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus mencegah praktik pemanfaatan yang merusak lingkungan.

 

 

Erwin menambahkan, kegiatan Bulan Bakti KKP dilaksanakan secara serentak di 27 lokasi di Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di Kampung Nelayan Merah Putih Ciasuar, Sukabumi, yang dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya. Adapun Samber Binyeri di Biak memiliki nilai strategis karena menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Modern pertama sekaligus percontohan nasional.

 

 

"Harapan kami, nelayan bisa naik kelas, baik dari sisi penghasilan maupun kesejahteraan, sehingga kehidupan mereka semakin layak. Prinsip keberlanjutan juga harus terus dijaga karena laut merupakan sumber kehidupan masyarakat nelayan," pungkas Erwin. (*).

Editor : Lucky Ireeuw
BIAK Ceposonline.com