2.026 Pelajar Biak Siap Pecahkan Rekor MURI, Mainkan Ukulele Massal dengan Musik Tradisional

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:01 WIB
Pelajar saat memainkan ukulele dalam gladi bersih memecahkan rekor MURI, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih Biak, Kamis (15/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL).
Pelajar saat memainkan ukulele dalam gladi bersih memecahkan rekor MURI, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih Biak, Kamis (15/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL).

 

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Ribuan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memadati Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih Biak, Kamis sore (15/10/2026).

 

Mereka mengikuti gladi bersih menjelang upaya pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melibatkan 2.026 pemain ukulele di Kabupaten Biak Numfor.

 

Gladi bersih menjadi persiapan terakhir sebelum pelaksanaan pemecahan Rekor MURI yang dijadwalkan berlangsung Jumat (16/10/2026), sekaligus menjadi bagian dari persiapan rangkaian Festival Budaya Biak II Tahun 2026, 17 Oktober - 21 Oktober 2026. 

 

Kurang lebih 2.026 peserta yang didominasi pelajar SD dan SMP mengikuti latihan bersama dengan memainkan tiga musik tradisional Biak menggunakan ukulele dan musik bambu.

 

Gladi bersih tersebut disaksikan langsung Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zakarias Mailoa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Onny Dangeubun, serta jajaran panitia.

 

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Ronaldy Irfak mengatakan, gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh peserta benar-benar siap, terutama menyangkut kemampuan memainkan ukulele secara serentak, penempatan peserta dan formasi di lapangan.

 

"Kalau untuk persiapan kami dari panitia, hari ini kita gladi bersih. Jadi gladi bersih ini kita pastikan semua peserta sudah siap, baik dari sisi permainan ukulele, kemudian formasi, dan semua rangkaian yang nanti akan dilaksanakan," kata pria yang akrab disapa Irfak itu. 

 

Menurutnya, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 2.026 orang. Angka tersebut sekaligus menjadi target peserta yang akan mengikuti pemecahan Rekor MURI tahun 2026.

 

Para peserta sebelumnya telah menjalani latihan di sekolah masing-masing. Gladi bersih kemudian digunakan untuk menyatukan seluruh peserta dalam satu lokasi sekaligus mengevaluasi bagian teknis yang masih perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan.

 

"Untuk jumlah peserta yang terdaftar itu 2.026 peserta, sesuai dengan target kita untuk pemecahan Rekor MURI di tahun 2026," ujarnya.

 

Pemecahan rekor tersebut, lanjutnya, tidak sekadar mengejar pencatatan MURI. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan ukulele yang telah berkembang di tengah masyarakat Biak kepada publik yang lebih luas.

 

"Kita ingin kegiatan ini menjadi sesuatu yang dapat dikenal lebih luas dan menjadi kebanggaan masyarakat Biak Numfor," katanya.

 

Antusiasme mengikuti pemecahan Rekor MURI juga terlihat dari para pelajar. Sejumlah sekolah bahkan telah mempersiapkan siswanya selama kurang lebih satu bulan.

 

Guru Pendamping SD YPPK Santo Yosep I, Imelda, mengatakan sekolahnya mengikutsertakan sekitar 46 siswa. Anak-anak menjalani latihan hampir setiap hari sepulang sekolah untuk mempersiapkan diri.

 

"Untuk persiapannya, anak-anak sudah berlatih kurang lebih sekitar satu bulan. Anak-anak sangat antusias sekali untuk mengikuti kegiatan ini," kata Imelda.

 

Menurut Imelda, beberapa siswa sebelumnya bahkan belum pernah memainkan maupun memegang ukulele. Kondisi tersebut membuat para guru harus mendampingi mereka mulai dari tahap dasar.

 

Namun latihan rutin perlahan membuahkan hasil. Anak-anak mulai mampu memainkan alat musik tersebut dan mengikuti materi yang dipersiapkan untuk penampilan bersama.

 

"Kesulitannya mungkin karena ada beberapa anak-anak baru pertama kali memegang ukulele. Jadi awalnya memang agak susah. Tetapi karena setiap hari mereka berlatih, akhirnya anak-anak sudah mulai bisa dan sudah mulai lancar," ujarnya.

 

Imelda berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan sekaligus kebanggaan bagi anak-anak karena sejak usia sekolah mereka telah mengambil bagian dalam kegiatan budaya berskala besar yang membawa nama daerah.

 

"Kami harap mereka bisa berkontribusi di zamannya dan akan tercatat dalam Rekor MURI Indonesia sebagai salah satu pemain dalam Rekor Ukulele nanti," katanya.

 

Gladi bersih Kamis sore menjadi tahap akhir dari rangkaian latihan yang telah dijalani para peserta. Pada Jumat (16/10/2026), sebanyak 2.026 pemain dijadwalkan tampil bersama membawa ukulele mereka dan memainkan musik tradisional Biak.

 

Jika target tersebut tercapai dan memenuhi ketentuan verifikasi MURI, momentum itu akan mencatatkan ribuan pelajar Biak Numfor sebagai bagian dari upaya pemecahan Rekor MURI 2026 sekaligus memperkenalkan musik dan kekayaan budaya Biak kepada masyarakat yang lebih luas. (*).

Editor : Elfira Halifa
ukulele anak papua BIAK Ceposonline.com