Layanan Transportasi Kartu Tani Mulai Disosialisasikan 

Fiktor Palembangan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:58 WIB
Suasana sosialiasi dukungan transportasi Damri bagi pemegang Kartu Tani yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor, bagi petani yang ada di wilayah Yendidori, Sabtu (8/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)
Suasana sosialiasi dukungan transportasi Damri bagi pemegang Kartu Tani yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor, bagi petani yang ada di wilayah Yendidori, Sabtu (8/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)

CEPOSONLINE.COM BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mulai melakukan layanan trasportasi bus Damri bagi masyarakat petani yang akan berjualan ke Pasar Darfuar, khususnya bagi masyarakat petani pemegang Kartu Tani. Tahap pertama, sosialiasi dilakukan bagi pemegang Kartu Tani di wilayah Distrik Yendidori, Sabtu, (8/8/2026).  

 

 

Setelah sosialisasi bagi petani di wilayah Yendidori, maka selanjutkan hal yang sama dilakukan di wilayah Biak Timur/Oridek, Biak bagian Utara, Biak bagian Barat dan beberapa titik lokasi lainnya. Sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor ini melibatkan langsung pihak Damri dan Bank Papua. 

 

 

Sementara bentuk sosialisasi dilakukan dengan cara membolisasi para petani ke Pasar Darfuar, dan selanjutnya kalau pulang juga dimobilisasi dari Pasar Darfuar ke rumah masing-masing atau titik kumpul yang sudah ditentukan. Untuk layanan transfortasi pemegang Kartu Tani ini akan dlayani oleh beberapa armada Bus Damri. 

 

 

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor, drh. Bambang Haryano, mengatakan, layanan ini dilakukan bagi petani pemegang Kartu Tani dengan menggunakan layanan sarana transfortasi Damri untuk mengakut hasil-hasil kebun. 

 

 

 “Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, kami sudah mulai melakukan uji coba layanan transfortasi bus Damri bagi petani pemegang Kartu Tani, kami awali dari wilayah Yendidori dan selanjutnya ke wilayah lainnya,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin. 

 

 

Sementara itu, Bupati Markus O. Mansnembra sebelumnya mengatakan, bahwa program Kartu Tani merupakan salah satu program yang dibuat untuk meringankan para petani, khususnya masyarakat yang memang benar-benar bertani. 

 

 

Di tahap awal, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengeluarkan 500 Kartu Tani, masyarakat yang mendapatkan kartu tani ini adalah mereka yang benar-benar sebagai petani dan penentuannya juga harus sepengetahuan penyuluh-penyuluh pertanian di lapangan. 

 

 

 “Tahap awal kita ada 500 kartu tani, dan mereka yang mendapatkannya adalah benar-benar petani, dan itu wajib sepengetahuan penyuluh lapangan,” ucap Bupati saat itu. 

 

 

 “Kenapa ada kami keluarkan Kartu Tani, ini karena kadang para petani kalau ke pasar susah angkutan, demikian kalau akan kembali ke rumahnya dari pasar. Dengan melihat kondisi ini, maka perlu ada Kartu Tani,” pungkasnya. 

 

 

 Petani pemegang Kartu Tani tidak hanya mendapatkan dukungan layanan transfortasi, namun bantuan sarana produksi juga didapatkan. (*)

Editor : Weny Firmansyah
BIAK bus damri Markus O Mansnembra