CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Festival Asmat Pokman ke-38 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya masyarakat Asmat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para pengukir dan penganyam lokal.
Dalam lelang festival tahun ini, sebuah ukiran Asmat berhasil terjual dengan harga Rp40 juta, menjadi nilai tertinggi.
Ukiran bernomor 151 karya Woupits Donatus Jereap, pengukir asal Distrik Sawa Erma, berhasil dimenangkan Bank Papua Cabang Agats setelah melalui persaingan penawaran dengan peserta lelang lainnya.
Pimpinan Bank Papua Cabang Agats, Melkianus A. Mnumumes, mengatakan pembelian tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap para pengukir Asmat yang terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.
Festival Asmat Pokman ke-38 berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Mengukir Warisan Asmat, Merajut Ekonomi Kreatif, Berkarya dalam Seni, Tumbuhkan Ekonomi Kreatif”.
Ketua Panitia Festival Asmat Pokman ke-38, Pastor Innocentius Rettobjaan, Pr, mengatakan sebanyak 219 pengukir dan 86 penganyam dari sembilan titik seleksi di Kabupaten Asmat dinyatakan lolos kurasi dan mengikuti festival tahun ini.
Dari jumlah peserta tersebut, panitia melelang sebanyak 213 ukiran dan 83 anyaman dengan total nilai lelang sekitar Rp3,4 miliar. Ukiran seharga Rp40 juta yang dimenangkan Bank Papua Cabang Agats menjadi transaksi tertinggi dalam lelang tersebut.
Ia memperkirakan nilai transaksi penjualan melalui UMKM di luar lelang mencapai sekitar Rp2 miliar. Dari berbagai produk yang dipasarkan tersebut, diperkirakan sekitar 70–80 persen berhasil terjual.
“Ukiran dan anyam-anyaman yang dijual melalui UMKM itu diperkirakan sekitar 70–80 persen terjual. Cukup banyak yang terjual,” ujarnya.
Festival Pokman diharapkan tidak sekadar menjadi ruang pameran karya seni tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil karya masyarakat. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser