Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani di Bonggo Timur Tewas Dianiaya Sekelompok Pemuda

K
Warga saat mengevakuasi korban tewas akibat dikeroyok sejumlah pemuda di Kampung Mawes Mukti SP6, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Kamis (1/1/2026). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Warga saat mengevakuasi korban tewas akibat dikeroyok sejumlah pemuda di Kampung Mawes Mukti SP6, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Kamis (1/1/2026). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Seorang petani bernama Benyamin Singgum (51) di Kampung Mawes Mukti SP6, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi tewas setelah menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda, Kamis (1/1/2026) sore.


Advertisement

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalur 9 Kampung Mawes Mukti sekitar pukul 15.15 WIT. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka serius di sejumlah bagian tubuhnya.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Bonggo yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek IPDA Daud G. A. Pararem segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.

"Benar telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Setelah menerima laporan, anggota kami langsung bergerak ke TKP untuk penanganan awal," ujar Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan, saat dikonfirmasi Jumat (2/1/2026).

Advertisement

Korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Bonggo Timur untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Benyamin tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.

"Tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Saat ini jenazah telah disemayamkan di rumah duka," lanjut AKBP Ruben.

Polisi bergerak cepat mengidentifikasi para terduga pelaku. Hingga kini, dua orang terduga pelaku bersama sejumlah saksi telah diamankan di Mako Polsek Bonggo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Advertisement

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah tas selempang dan satu helai baju yang diduga terkait dengan peristiwa penganiayaan tersebut.

Untuk pendalaman kasus, penanganan perkara ini akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sarmi.

"Proses hukum selanjutnya akan ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sarmi guna penyidikan lebih lanjut," tegas Kapolres.

Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kampung Mawes Mukti terpantau aman dan kondusif. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum," pungkasnya (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Wakil Bupati Sarmi, Jumriati, turun meninjau langsung progres pekerjaan peningkatan badan jalan pada ruas Kasukwe–Petam, tepatnya di Kampung

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur wilayah Komra, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, sejak Jumat (16/10/2026) mengakibatkan sejumlah rumah warga

Jam 9 Belum Belajar, Orang Tua Protes

Jam 9 Belum Belajar, Orang Tua Protes

Keluhan terhadap proses belajar mengajar di SD YPK Imanuel Keder, Kampung Keder, Kabupaten Sarmi, disampaikan sejumlah orang tua murid. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer