Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Gempa Rusia, 70 KK Mengungsi

R
Penulis: Roberth Mboik❯
Sejumlah warga dari posisir pantai Sarmi mengungsi di Masjid nurul Muttaqin Kampung Neidam, Rabu (30/7), malam. (CEPOSONLINE.COM/MBOIK)
Sejumlah warga dari posisir pantai Sarmi mengungsi di Masjid nurul Muttaqin Kampung Neidam, Rabu (30/7), malam. (CEPOSONLINE.COM/MBOIK)

CEPOSONLINE.COM, SARMI-Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) dari wilayah pesisir Kabupaten Sarmi terpantau mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, tepatnya di Masjid Nurul Muttaqin, Kampung Neidam, Rabu (30/7) malam. Pengungsian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami menyusul informasi gempa yang terjadi di wilayah Rusia.


Advertisement

Warga setempat mengaku khawatir air laut akan naik, terutama setelah beredarnya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar luas di media sosial. Informasi tersebut cukup membuat masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Papua termasuk Jayapura dan Sarmi, merasa cemas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi, Darius Nari, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pengungsian warga murni sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bencana.

"Kurang lebih ada sekitar 70 kepala keluarga yang mengungsi ke dataran lebih tinggi. Tapi setelah BMKG mencabut status siaga bencana sekitar pukul 23.00 WIT, warga mulai kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Darius menjelaskan bahwa pihak BPBD juga telah turun langsung ke lapangan untuk menenangkan warga dan memberikan informasi resmi terkait situasi terkini pasca-gempa.

"Kami sudah sampaikan kepada masyarakat bahwa situasi aman terkendali. Tidak ada dampak langsung ke wilayah kita. Namun demikian, kami tetap imbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya," tandasnya.

Sementara itu, situasi di wilayah Kampung Neidam hingga Kamis pagi dilaporkan sudah kembali kondusif. Warga yang sempat mengungsi juga telah beraktivitas seperti biasa. (*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Apakah Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami? Jangan Panik, Ini Alasan Berbeda dari Peristiw

Apakah Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami? Jangan Panik, Ini Alasan Berbeda dari Peristiw

Rangkaian erupsi yang melanda Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sempat memicu kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung. 

BMKG Tetapkan Siaga Tsunami di NTT, NTB dan Sulsel 

BMKG Tetapkan Siaga Tsunami di NTT, NTB dan Sulsel 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya ancaman tsunami berstatus Siaga dengan potensi ketinggian gelomban

Gempa M7,7 NTT Picu Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Siaga 0,5 - 3 Meter di 3 Provinsi

Gempa M7,7 NTT Picu Peringatan Dini Tsunami, BMKG: Siaga 0,5 - 3 Meter di 3 Provinsi

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa magnitudo 7,7 di timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer