Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketua DPRK: Sarmi Harus Miliki Skiller Lokal Kawal Perusahaan Kayu

R
Penulis: Roberth Mboik❯
Muh. Asari Tiris. (CEPOSONLINE.COM/MBOIK)
Muh. Asari Tiris. (CEPOSONLINE.COM/MBOIK)

CEPOSONLINE.COM, SARMI-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Sarmi, Muh. Asari Tiris, S.AP., menyoroti absennya tenaga kerja lokal dalam posisi strategis di perusahaan kayu, khususnya pada bagian pengukuran kayu atau Skiller . Ia menyebut kondisi ini sebagai persoalan serius yang berdampak langsung pada hak ulayat, upah pekerja, hingga transparansi hasil hutan.


Advertisement

“Hari ini kayu-kayu gelondongan ditebang dari hutan orang Sarmi, diangkut ke pantai Sarmi, lalu dimuat ke tongkang dan dikirim entah ke mana. Tapi ironisnya, tak satu pun anak Sarmi dilibatkan dalam proses pengukuran kubikasi,” tegas Asari, Senin (5/5).

Dikatakan, setelah dilantik sebagai ketua DPRK, Asari langsung meminta data ke Dinas Tenaga Kerja Sarmi. Hasilnya mengejutkan, dari 460 orang yang sudah dibina, tidak ada satu pun yang disiapkan menjadi Skiller .

“Padahal fungsi Skiller itu sangat penting, dia yang ukur panjang dan diameter kayu untuk tentukan nilai kubikasi. Itu dasar pembayaran upah, hitungan hak ulayat, hingga laporan produksi. Tapi tidak ada satu pun anak Sarmi yang dilatih jadi silinder,” ungkapnya.

Advertisement

Asari menilai, tanpa kehadiran silinder lokal, Sarmi tidak pernah benar-benar tahu berapa volume kayu yang keluar dari hutannya selama 38 tahun operasi perusahaan-perusahaan salah satunya perusahan Wapoga.

“Kalau yang keluar 10 kubik, dilaporkan 5, siapa bisa bantah? Kita tidak punya data. Hak ulayat pun dibayar asal-asalan. Bahkan 600 juta dibayar ke kampung, tanpa kita tahu nilai sebenarnya dari kayu yang diambil,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendesak Dinas Ketenagakerjaan agar segera menyiapkan putra-putri Sarmi menjadi Skiller yang digaji pemerintah, agar independen dan tidak terpengaruh oleh perusahaan.

Advertisement

“Orang skiller ini kunci. Dia hitung kubikasi untuk semua, penebang kayu, operator doser, sopir logging, sampai buruh pelabuhan. Kalau semuanya dihitung oleh orang luar yang kerja untuk perusahaan, bagaimana kita mau percaya?” lanjutnya.

Sebagai langkah awal, Asari menggagas pembentukan Pemuda Adat dan meminta pemuda di wilayah Manirem untuk menyiapkan empat orang sebagai calon Skiller 

“Kenapa kita tidak siapkan mereka? Kalau mereka jadi Skiller , kita tidak rugi, dana bagi hasil kita jelas, dan hak masyarakat terlindungi,” pungkasnya.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Bensin Langka, Pemuda Sarmi Diminta Turun Tangan 

Bensin Langka, Pemuda Sarmi Diminta Turun Tangan 

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang terjadi di Kabupaten Sarmi semakin meresahkan masyarakat.

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Wakil Bupati Sarmi, Jumriati, turun meninjau langsung progres pekerjaan peningkatan badan jalan pada ruas Kasukwe–Petam, tepatnya di Kampung

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur wilayah Komra, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, sejak Jumat (16/10/2026) mengakibatkan sejumlah rumah warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer