Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ODGJ Asal Sarmi Kini Dijamin Pemerintah

K
Penulis: Karolus Daot❯
PJ Sarmi, Iman Djuniawal, dan Direktur RSJ Abepura, bersama Guy Yanna Ema Come, saat menandatangani surat PKS terkait pelayanan kesehatan terhadap ODGJ di Pemkab Sarmi, di RSJ Abepura.
PJ Sarmi, Iman Djuniawal, dan Direktur RSJ Abepura, bersama Guy Yanna Ema Come, saat menandatangani surat PKS terkait pelayanan kesehatan terhadap ODGJ di Pemkab Sarmi, di RSJ Abepura.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarmi melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Abepura, tentang program kesehatan jiwa masyarakat di Pemkab Sarmi. 


Advertisement

PKS tersebut ditandangani PJ Bupati, Iman Djuniawal, dan Direktur RSJ Abepura, Guy Yanna Ema Come PKS i di RSJ Abepura, Kamis (29/8/2024)

Kepada awak kedia PJ Sarmi, Iman Djuniawal mengatakan tujuan dari PKS tersebut untuk memudahkan Pemkab Sarmi menangani orang dengan gangguan jiwa di daerah tersebut.  

Adapun proses dari PKS tersebut, ODGJ yang ada di Pemkab Sarmi, akan dirawat di RSJ Abepura. Segala pembiayaan perawatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah. 

Advertisement

"Untuk teknis pembiayaannya, semua ditanggung Pemda, melalui APBD, yang nantinya disuplai melalui BPJS Kesehatan," jelasnya.

Khusus ODGJ yang tidak memiliki KTP, pasca PKS ini, Pemkab Sarmi akan dorong Dukcapil setempat, sehingga mendata semua ODGJ yang ada di Kota Ombak itu.

"Pada prinsipnya PKS ini, kita ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama OAP, sehingga bagi ODGJ yang tidak memiliki KTP sekalipun akan kita akomodir, sehingga terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kesehatan," kata Iwan.

Advertisement

Ditempat yang sama Plt Kadis Kesehatan Sarmi, Dorlina R. l. Hay mengungkapkan sejak tahun 2023 jumlah ODGJ yang dirawat di RSJ mencapai 94 orang, sementara tahun 2024 sudah 47 orang.

"Dari jumlah yang ada, hanya 1 orang yang belum ditanggung oleh BPJS, sehingga inilah yang akan menjadi tanggung jawab Kami," jelasnya. 

Setelah PKS tersebut, maka pihaknya berkerjasama dengan OPD terkait, untuk mengangkut semua ODGJ yang masih berkeliaran di jalanan, untuk dirawat di RSJ Abepura. "Semoga dengan PKS ini, masalah penanganan ODGJ di Sarmi dapat diatasi," harapnya.

Direktur RSJ Abepura Guy Yanna Ema Come, menyatakan secara SDM pihaknya siap melaksanakan PKS tersebut. Serta siap menjadi pengampuh, untuk penguatan SDM tenaga kesehatan jiwa dari Pemkab Sarmi.

"Kami sangat berterima kasih, dengan Pemkab Sarmi, dimana merkeka sangat konsisten dengan masalah kejiwaan ini, semoga melalui PKS ini, masalah ODGJ di Sarmi dapat teratasi," pungkasnya (*)

 

 

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

Presiden Prabowo Subianto meminta antrean pasien diperpendek serta pelayanan di rumah sakit diberikan secara setara, baik kepada peserta

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan rumah sakit-rumah sakit tidak mem

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui sistem layanan kesehatan nasional masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam memperkuat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer