Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sa Ko Besti, Ini Komitmen Seluruh Stakeholder di Sarmi

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Komitmen Forkopimda dan stakeholder di Kabupaten Sarmi dalam mewujudkan Sarmi bebas Stunting dalam deklarasi rembuk Stunting di aula BKD kabupaten Sarmi, Selasa (19/22/2023).
Komitmen Forkopimda dan stakeholder di Kabupaten Sarmi dalam mewujudkan Sarmi bebas Stunting dalam deklarasi rembuk Stunting di aula BKD kabupaten Sarmi, Selasa (19/22/2023).

CEPOSONLINE.COM, SARMI-Pemkab Sarmi serius dalam penanganan masalah Stunting yang perhatian dan penekanan dari pemerintah pusat. Bahkan sebagai wujud komitmen itu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama seluruh stakeholder yang hadir dalam rembuk Stunting menyatakan "Sa Ko Besti" (Sarmi Komitmen Bebas Stunting).


Advertisement


Deklarasi komitmen bersama dalam menangani Stunting atau Sa Ko Besti, di aula BKD Sarmi, Selasa (19/12/2023) ditandai dengan penandatanganan deklarasi mulai dari Penjabat Bupati Sarmi, Markus Mansnembra, Ketua DPRD Sarmi Jumriati, anggota Forkompimda, para kepala OPD Pemkab Sarmi, Kepala Distrik, Kepala Puskesmas, kepala kampung dan sejumlah stakeholder lainnya.


Rembuk Stunting Sarmi ini juga dihadiri Semmy Dermawan staf ahli sekretariat wakil presiden RI.
Dalam kesempatan rembuk Stunting ini, Semmy Dermawan memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkab dan stakeholder di Sarmi, yang komitmen dan kerja keras bersama, sehingga ada penghargaan dan apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemkab Sarmi dalam Rakornas dua bulan lalu.


"Kami berharap bupati dan jajaran bisa wujudkan bebas Stunting di Sarmi." ujarnya.
Sementara Penjabat Bupati Sarmi Markus Mansnembra menegaskan bahwa Pemkab Sarmi
mau tidak mau, suka atau tidak suka harus menyiapkan generasi berkualitas.
Karena itu, perhatian terhadap bayi sejak dalam kandungan ibu, maupun yang baru lahir harus diberikan perhatian serius, agar tidak ada anak yang mengalami stunting.

Advertisement


"Tiap 3 bulan kita gelar rembuk Stunting, untuk memastikan program percepatan penanganan Stunting benar-benar berjalan baik," ungkap Pj Bupati Markus Mansnembra.
Diungkapkan bahwa program penanganan Stunting ini leading sector di Bappeda, dengan melibatkan sejumlah OPD terkait dan ditindaklanjuti dengan membentuk TPPS Sarmi.


"Saya juga sudah tanda tangani SK orang tua asuh Stunting bagi para pimpinan OPD."ungkap Bupati Markus.


Namun dari hasil evaluasi, lanjut Markus Mansnembra, baru 4 OPD yang serius mengunjungi anak asuhnya. Karena itu , Bupati Markus memberikan warning bagi pimpinan OPD yang tidak menjalankan SK orang tua asuh Stunting.

Advertisement


"Kita sudah bahas APBD 2024, DPA akan diberikan kepada OPD yang sudah jalankan tugas sebagai orang tua asuh." tandasnya.


Hal ini menjadi perhatian serius, karena tugas yang diberikan pemerintah pusat, kepada penjabat kepala daerah harus dilaksanakan dengan baik, yakni menjalankan roda pemerintahan, mendukung Pelaksanaan pemilu, Pengendalian inflasi, menekan Stunting dan menanggulangi serta mencegah dampak dampak kemiskinan ekstrem. (*)

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Bensin Langka, Pemuda Sarmi Diminta Turun Tangan 

Bensin Langka, Pemuda Sarmi Diminta Turun Tangan 

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang terjadi di Kabupaten Sarmi semakin meresahkan masyarakat.

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Pastikan Tak Bermasalah, Wabup Sarmi Tinjau Langsung Progres Jalan Kasukwe–Petam

Wakil Bupati Sarmi, Jumriati, turun meninjau langsung progres pekerjaan peningkatan badan jalan pada ruas Kasukwe–Petam, tepatnya di Kampung

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan Deras, Sejumlah Rumah Warga Komra Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur wilayah Komra, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, sejak Jumat (16/10/2026) mengakibatkan sejumlah rumah warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer