
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Calon Gubernur Provinsi Papua periode 2025-2030, Benhur Tomi Mano (BTM), dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan di kawasan Pegunungan Cycloop, termasuk rencana pengolahan tambang nikel yang belakangan mencuat.
Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Rabu (9/7/2025), BTM menegaskan bahwa kawasan Cycloop bukan sekadar bentang alam biasa, melainkan tanah sakral dan sumber kehidupan bagi masyarakat adat Tabi dan Saireri.
"Sebagai orang Papua, sebagai anak Tabi, saya tahu bahwa Cycloop atau Dbonsor/Dobonsolo dalam bahasa kami bukan sekadar gunung. Ia adalah pusat peradaban kami, sumber air, udara, dan kehidupan bagi masyarakat adat Tabi dari dulu hingga hari ini," ujar BTM.
Ia menegaskan bahwa rencana pertambangan di kawasan tersebut tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh harga diri dan warisan budaya masyarakat adat.
"Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang berusaha mengkapling tanah Cycloop untuk kepentingan tambang. Cycloop bukan lahan kosong. Di bawah lerengnya, masyarakat adat hidup dan bergantung penuh pada tanah, air, dan hutan yang suci itu.
Kami tidak akan membiarkan kekayaan alam kami dirampas atas nama pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang," tegasnya.
BTM juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Jayapura yang menolak tambang nikel di Cycloop.
Ia menyerukan agar seluruh masyarakat adat merapatkan barisan untuk menjaga dan melindungi tanah adat mereka.
"Kita sudah melihat banyak contoh di tempat lain. Masyarakat adat digusur, hutan dibabat, tanah dijarah. Jangan biarkan itu terjadi di tanah Tabi," serunya.
BTM menegaskan bahwa jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Papua, ia akan berdiri di garis terdepan untuk menjaga kawasan Pegunungan Cycloop dari segala bentuk eksploitasi.
"Cycloop adalah rumah bagi flora dan fauna endemik, sumber air bagi manusia, dan tanah sakral bagi masyarakat adat. Cycloop adalah Mama. Cycloop adalah jantung kehidupan orang Tabi. Tanah sakral yang tidak boleh diganggu, apalagi dirusak,"
Meski menolak pertambangan yang merusak lingkungan, BTM menegaskan dirinya tidak menolak investasi di Papua. Namun, menurutnya, investasi yang masuk ke tanah Papua harus dilandasi pada kehendak dan kesepakatan bersama masyarakat adat sebagai pemilik sah wilayah.
Kami akan menjaga Cycloop sebagaimana kami menjaga harga diri dan marwah tanah Papua. Ini bukan sekadar janji politik, ini adalah sumpah hati untuk menjaga warisan leluhur kita," ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, BTM menekankan bahwa Papua tidak membutuhkan kekayaan yang lahir dari kehancuran alam.
"Papua tidak butuh kekayaan yang mengorbankan alam. Kita butuh tanah yang lestari, air yang bersih, dan alam yang hidup untuk generasi yang akan datang. Karena tanpa alam, tidak ada masa depan. Kami akan jaga Cycloop, bukan untuk kami, tapi untuk kita semua," pungkasnya. (*)



