Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dapat Informasi Hoax, Pemkab Sarmi Diserbu Warga Sambil Bawa Proposal

R
Penulis: Roberth Mboik❯
Pj. Sekda Sarmi (tengah) saat memberikan penjelasan kepada masyarakat lokal yang datang meminta bantuan di kantor bupati Sarmi, Senin (28/4).(CEPOSONLINE.COM/ROBERT MBOIK)
Pj. Sekda Sarmi (tengah) saat memberikan penjelasan kepada masyarakat lokal yang datang meminta bantuan di kantor bupati Sarmi, Senin (28/4).(CEPOSONLINE.COM/ROBERT MBOIK)

CEPOSONLINE.COM, SARMI-Pemerintah Kabupaten Sarmi menegaskan bahwa seluruh program bantuan, baik pendidikan maupun modal usaha, disalurkan secara terencana dan berdasarkan data resmi.


Advertisement

Penegasan ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Sarmi, Eduward P. Dimonommau, saat menerima puluhan warga lokal di Kantor Pemda Sarmi, Senin (28/4).

Diketahui, sekitar puluhan warga dari wilayah Betaf, Pantai Timur, Bonggo, dan Pantai Timur Barat mendatangi Kantor Bupati Sarmi.

Mereka membawa berkas permohonan bantuan, setelah mendengar kabar yang beredar di masyarakat tentang pencairan bantuan. Sayangnya, informasi tersebut ternyata hoaks.

Advertisement

“Kami tegaskan, bantuan dari pemerintah daerah itu berdasarkan perencanaan dan data yang valid. Tidak ada bantuan yang tiba-tiba tanpa proses. Kalau ada informasi dari pemerintah, pasti resmi, dengan surat tertulis dan ditandatangani langsung oleh Bupati,” tegas Eduward.

Dia menambahkan, anggaran daerah saat ini mengalami pemotongan cukup besar dari pemerintah pusat, mencapai ratusan miliar rupiah. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus melakukan efisiensi dan selektif dalam menjalankan program kerja.

"Kami menghargai kedatangan masyarakat, tapi kami juga mohon pengertian. Anggaran kita terbatas. Penduduk Sarmi 40 ribu orang, jika semua diberi bantuan tanpa seleksi, keuangan daerah tidak mampu," ujarnya.

Advertisement

Bantuan pendidikan, kata Eduward, tetap ada namun harus melalui prosedur yang jelas, misalnya siapa penerimanya, dimana sekolahnya, dan harus tercatat resmi dalam data pemerintah baru diajukan kedinas pendidikan.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sarmi, Kundrat Sawen, yang mendampingi, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. "Pastikan informasi berasal dari pemerintah daerah, bukan dari kabar angin," tambahnya.

Salah satu warga, Henci Muisman, mengaku mereka datang membawa dokumen syarat pencairan bantuan usaha berdasarkan informasi yang beredar. Namun setelah mendapat penjelasan dari Sekda, masyarakat memahami bahwa prosedur bantuan harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Sarmi mengimbau masyarakat untuk selalu mencari informasi resmi, dan mendukung jalannya pemerintahan dengan segala keterbatasan yang ada.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Perkuat Pelayanan, Ini Sejumlah Sarpras Kesehatan yang Diserahkan Gubernur Apolo Safanpo

Perkuat Pelayanan, Ini Sejumlah Sarpras Kesehatan yang Diserahkan Gubernur Apolo Safanpo

Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui penambahan armada ambulans, ambulans air, serta sejumlah pera

Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran, Bupati Dogiyai Berikan Bantuan Rp90 Juta 

Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran, Bupati Dogiyai Berikan Bantuan Rp90 Juta 

Kehilangan rumah akibat kebakaran bukan perkara mudah bagi sebuah keluarga. 

Pemkab Jayawijaya Terima Bantuan Bencana Kekeringan Dari Presiden RI

Pemkab Jayawijaya Terima Bantuan Bencana Kekeringan Dari Presiden RI

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menerima beras bantuan sebanyak 141.900 Ton dari Presiden RI Prabowo Subianto bagi masyarakat yang terdampak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer