Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tim PORA Diminta Maksimalkan Pengawasan WNA Berbasis Aplikasi Teknologi

F
Penulis: Fiktor Palembangan❯

Wakil Bupati Jimmy C.R Kapissa saat membuka rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026, di Swissbell Hotel, Rabu (11/03). ( fiktor/Ceposonline.com)
Wakil Bupati Jimmy C.R Kapissa saat membuka rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026, di Swissbell Hotel, Rabu (11/03). ( fiktor/Ceposonline.com)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Penguatan diigitalisasi pengawasan terhadap aktivitas orang asing di wilayh Kabupaten Biak Numfor saat ini dinilai sangat penting. Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi system deklarasi terpadu. 

“Saya harap kita mulai memaksimalkan penggunaan aplikasi atau sistem deklarasi kedatangan terpadu. Ini akan mempercepat deteksi dini terhadap WNA yang melampaui izin tinggal atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai visa,” imbuh Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Jimmy C.R Kapissa saat membuka rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026, di Swissbell Hotel, Rabu (11/03). 

Dikatakan, Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu pintu gerbang utama di wilayah utara Papua. Posisi geografis yang strategis, ditambah dengan kekayaan potensi sumber daya alam, sektor pariwisata, serta rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus, menjadikan Biak daya tarik bagi warga negara asing. 

Advertisement

Kehadiran orang asing, lanjut Wabup, tentu membawa dampak positif, seperti investasi dan peningkatan ekonomi lokal. Namun, potensi penyimpangan atau pelanggaran keimigrasian juga ada. Oleh karena itu, sinergitas seluruh instansi dalam TIMPORA dinilai sangat vital untuk menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban umum di wilayah kita.

“Pengawasan orang asing bukan hanya tugas Imigrasi. TNI/Polri, Kesbangpol, Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, hingga tingkat Distrik dan Kampung harus aktif berkoordinasi. Kita perlu berbagi informasi atau share information secara cepat jika ditemukan aktivitas asing yang mencurigakan di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.

Bupati dalam sambutannya juga mengingatkan, bahwa pentingnya pengawasan berbasis pendekatan humanis namun tegas. Artinya, menyambut baik orang asing yang berinvestasi atau berwisata, namun jika terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat adat, menyalahgunakan visa, atau melanggar hukum, kita wajib mengambil tindakan administratif atau yustisi yang tegas sesuai perundang-undangan.

Advertisement

“saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Biak yang telah menginisiasi pertemuan ini. Saya yakin, dengan semangat One Team, One Mission atau Satu Tim, Satu Misi, kita dapat mewujudkan Kabupaten Biak Numfor yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkas Wabup. (*)

Advertisement
Editor : Lucky Ireeuw

Artikel Terkait

Bupati Biak Numfor Apresiasi Kesiapan Pemuda, Pesparani II Papua Siap Digelar

Bupati Biak Numfor Apresiasi Kesiapan Pemuda, Pesparani II Papua Siap Digelar

Kabupaten Biak Numfor menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Provinsi Papua yang digelar

Sipendora Aplikasi Pendataan Pendonor Darah Karya Anak Biak

Sipendora Aplikasi Pendataan Pendonor Darah Karya Anak Biak

Sebuah inovasi digital untuk membantu kebutuhan darah di Kabupaten Biak Numfor tengah disiapkan. Aplikasi bernama Sipendora (Sistem Informas

Paduan Suara Berbahasa Biak, Suatu Keunikan Keragamaman Budaya Biak

Paduan Suara Berbahasa Biak, Suatu Keunikan Keragamaman Budaya Biak

Lagu-lagu berbahasa Biak menggema di Aula Gedung KSL Biak dalam Lomba Paduan Suara Bahasa Biak yang menjadi salah satu rangkaian Festival B

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer