Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimalkan Pengelolaan Destinasi Wisata, Komunitas dan Masyarakat Dilibatkan

F
Penulis: Fiktor Palembangan❯

Tampak pemandangan pasir putih dan jejeran tenda-tenda sebagai tempat bersantai sekaligus untuk penginapan di Pantai Samberpasi, Distrik Kepulauan Aimando, Sabtu (28/02/ 2026).
Tampak pemandangan pasir putih dan jejeran tenda-tenda sebagai tempat bersantai sekaligus untuk penginapan di Pantai Samberpasi, Distrik Kepulauan Aimando, Sabtu (28/02/ 2026).


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata. Tak hanya dengan menyiapkan sarana dan prasana penunjang, namun masyarakat lokal dan komunitas pemerhati juga ikut dilibatkan langsung untuk mengambil bagian dalam pengelolaan. 

Keterlibatan masyarakat khususnya lagi Orang Asli Papua (OAP) dalam pengelolaan, salah satunya dilakukan melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). 

Baik masyarakat maupun komunitas-komunitas dinilai sebagai salah satu unjung tombak yang dapat membantu menarik minat wisawatan mengunjungi setiap destinasi wisata. 

Advertisement

Salah satu komunitas yang dilibatkan adalah Komunitas Kaki Kosong. Komunitas ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam melakukan promosi serta menfasilitasi para wisatawan, khususnya lagi wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke sejumlah titik tujuan wisata. 

“Selain memperkuat keberadaan Pokdarwis, kami juga telah membangun kerja sama dengan kelompok-kelompok pemerhati pariwisata, salah satunya dengan Komunitas Kaki Kosong,” kata Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM kepada Cenderawasih Pos, di Pulau Samberpasi, Minggu (01/03/2026). 

Keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam pengelolaan sektor wisata di Kabupaten Biak Numfor dinilai sangat penting, dan diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di masyarakat. 

Advertisement

“Pengadaan dan pembangunan sarana prasarana penunjang menjadi perhatian pemerintah, termasuk di wilayah kepulauan, seperti di Urbi, Urbas dan beberapa lainnya.  Kedepan untuk pulau lainnya juga kita akan bangun fasilitas-fasilitas penunjang, salah satunya seperti di Samberpasi,” ujar Bupati.   

Keterlibat masyarakat melalui Pokdarwis, komunitas ataupun kelompok lainnya diharapkan dapat menjadi penggerak sapta pesona dengan menanamkan nilai-nilai keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan bagi wisatawan. 

“Jadi keberadaan Pokdarwis dan komunitas ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa masyarakat bukan hanya menjadi penonton, melainkan subjek atau aktor utama dalam pembangunan pariwisata, yang tentunya diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka,” tandas Bupati Mansnembra.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Kontingen Kota Jayapura mengawali kiprahnya dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua tahun 2026

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Dikdaya Biak Gagas Festival Toilet Sekolah, Dorong Gerakan Budaya Bersih Sejak Dini

Dikdaya Biak Gagas Festival Toilet Sekolah, Dorong Gerakan Budaya Bersih Sejak Dini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, menggagas Festival Toilet Sekolah sebagai upaya mendorong terciptanya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer