Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Pulau Owi, Landasan Pacu Eks Perang Dunia II Masih Ada

F
Penulis: Fiktor Palembangan❯

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman, melihat dari dekat bekas tiga landasan pacu bersejarah sisa Perang Dunia II.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman, melihat dari dekat bekas tiga landasan pacu bersejarah sisa Perang Dunia II.


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Landasan pacu bekas Perang Dunia II di Pulau Owi (Owi Airstrip), Biak Numfor hingga saat ini masih ada meskipun sebagiannya sudah dipenuhi rumput vegetasi. Bahkan sisa peninggalan eks pangkalan vital di Pasifik yang dibangun oleh Sekutu AS  dibawah komando Jenderal Douglas MacArthur, masih sering dikunjungi wisatawan.

Kali ini adalah Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman yang mengunjungi Pulau Owi bersama rombongannya untuk melihat dari dekat salah satu bukti sejarah kekuatan AS dan sekutunya diwilayah Pasifik dimasa perang dunia II saat itu.

 

Advertisement

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM  mengatakan, kedatangan rombongan dari Kepala BI Perwakilan Papua adalah untuk melihat dari dekat bekas landasan pacu sisa perang dunia II di Pulau Owi. 

 

“Disela-sela kegiatan di Biak, Pak Kepala BI Perwakilan Papua dan jajarannya ingin ke Owi, tujuannya adalah untuk melihat bekas landasan pacu. Mereka banyak menanyakan soal landasan ini dan kami jelaskan, ya kami berharap beliau-beliau ini juga ikut mempromosikan salah satu destinasi wisata sejarah ini,”  ujar Bupati kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (28/02). 

Advertisement

 

Dikatakan, di Pulau Owi, memiliki perpaduan objek wisata yang bisa memikat wisatawan untuk berkunjung. Selain peninggalan landasan pacu sisa perang dunia II, Pulau Owi  juga memiliki keindahan alam tropis, pasir putih, dan perairan yang jernih.  

 

“Di Biak ini memiliki perpaduan berbagai objek wisata, misanya ada wisata sejarah dan alam, di Pulau Owi misalnya, ada wisata peninggalan perang dunia II dan destinasi wisata bahari. Bangkai pesawat perang ampibi Catalina di dalam laut, juga menjadi daya tarik bagi para penyelam,”  ucapnya. 

 

Sekedar diketahui, landasan pacu eks perang dunia II di Pulau Owi menjadi pangkalan udara penting di Pasifik di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur.  Landasan ini dijadikan AS dan sekutunya sebagai pangkalan operasional utama untuk “menghabisi” Jepang di wilayah Pasifik dari musim panas 1944 hingga September 1945. 

 

Pulau Owi ini  berperan strategis , sebagai pangkalan militer Sekutu yang mendarat di Biak. Bahkan menjadi  bagi kemenangan pasukan Sekutu di wilayah Pasifik dan Asia Tenggara. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Kontingen Kota Jayapura mengawali kiprahnya dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua tahun 2026

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Dikdaya Biak Gagas Festival Toilet Sekolah, Dorong Gerakan Budaya Bersih Sejak Dini

Dikdaya Biak Gagas Festival Toilet Sekolah, Dorong Gerakan Budaya Bersih Sejak Dini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, menggagas Festival Toilet Sekolah sebagai upaya mendorong terciptanya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer