Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gedung Baru Asrama Mahasiswi Biak Diresmikan di Jayapura, Sofia Bonsapia Titipkan Harapan Besar

I
Penulis: Ismail Ceposonline❯
Peresmian Asrama Mahasiswa Biak di Jayapura.
Peresmian Asrama Mahasiswa Biak di Jayapura.

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Memperingati HUT ke-49 Asrama Biak di Jayapura, gedung baru Asrama Mahasiswi Biak resmi diresmikan Jumat (15/11/2024) oleh Pj Bupati Biak Numfor, Sofia Bonsapia, , diwakili Plt Sekda Zakarias Mailoa.


Advertisement

Gedung baru ini, bernilai Rp 3,1 miliar, memiliki 20 kamar, 8 kamar mandi, dan 2 dapur, menggunakan anggaran Tahun 2023.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamarudin, S.Pd mengatakan, Gedung ini adalah gedung ketiga sepanjang sejarah Asrama Biak di Jayapura. Bangunan pertama pada tahun 1978, tahun 2006 oleh pemerintahan Bupati Sroyer dan Ketiga di masa pemerintah bupati Herry Ario Naap.

Sementara, Pj Bupati mengingatkan dalam sambutannya, puncak dari pergumulan panjang adik-adik mahasiswa Biak yang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura. Di akhir tahun 2023, pemerintah kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memulai Pembangunan Gedung baru asrama mahasiswa yang sekarang bisa kita lihat bersama wujudnya.

Advertisement

Setelah lebih dari 15 tahun, pemerintah daerah bisa menambah gedung baru untuk meningkatkan daya tampung mahasiswa yang bisa tinggal di asrama. Penambahan gedung kata Pj Bupati, dilakukan karena semakin hari semakin banyak mahasiswa Biak yang belajar di kota studi Jayapura dan tentu membutuhkan tempat tinggal yang murah tapi layak.

“Meningkatnya kebutuhan mahasiswa akan asrama sebenarnya kami sadari selaku pemerintah daerah, tapi karena keterbatasan anggaran, maka baru pada tahun 2023 kita bisa mulai pembangunannya, dan bisa dimanfaatkan pada tahun 2024 ini,” terang Pj Bupati.

Dikatakan, tugas utama dan paling pokok dari mahasiswa Biak, baik yang tinggal di asrama ini maupun di tempat lain adalah belajar.

Advertisement

Menjadi mahasiswa itu tidak lama, hanya empat tahun atau delapan semester, tapi kelak Pj Bupati berpesan, para mahasiswi akan hidup di tengah-tengah masyarakat, melayani rakyat melalui ilmu dan keterampilan yang kalian miliki, akan berlangsung seumur hidup. Karena itu jangan sia-siakan masa belajar yang singat ini.

“Belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh."

"Pokoknya, fokuslah belajar dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas diri agar kelak bisa membantu masyarakat Biak Numfor meningkatkan derajat kehidupan sosial dan ekonomi mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Biak yang sedang belajar di berbagai kota, baik di Papua, maupun di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri sesungguhnya kata Pj Bupati adalah Duta Budaya Biak Numfor.

Mahasiswa Biak Numfor adalah etalase yang menampilkan adat dan budaya Biak yang luhur dan agung. Karena itu para mahasiswa harus mengetahui adat dan budaya Biak dan memahami substansinya serta mau dan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus, di asrama, dan di tengah masyarakat dimana mereka belajar dan bermukim.

Terakhir, dirinya berpesan, asrama yang ditinggali mahasiswa, termasuk gedung baru yang resmikan penggunaaannya ini adalah asset daerah.

Secara administratif, gedung asrama ini adalah milik pemerintah Kabupaten Biak Numfor, tapi pada hakekatnya, ini sesungguhnya adalah milik rakyat Biak Numfor.

Karena itu, kepada pengurus asrama dan mahasiswa yang memanfaatkan asrama ini Bupati berpesan, agar fasilitas ini dijaga dengan baik, sama seperti kalian menjaga rakyat Biak Numfor.

“Bukan hanya dijaga fisiknya, tetapi juga dijaga kehormatan dan martabatnya sebagai tempat belajar dan menuntut ilmu.”

“Jadi, tolong dijaga kebersihan dan kerapihan asrama ini, baik di luar maupun di dalam ruang-ruang yang ada.”

“Tolong juga penghuni menjaga ketertiban dan disiplin.”

“Bangun suasana asrama menjadi kondusif untuk belajar, berinteraksi sesuai adat budaya dan agama orang Biak. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membangun asrama pelajar dan mahasiswa putra dengan anggaran Rp 3,

Setahun Setelah Terbakar, Asrama 84 Pelajar di Tapal Batas RI-PNG Kembali Berdiri

Setahun Setelah Terbakar, Asrama 84 Pelajar di Tapal Batas RI-PNG Kembali Berdiri

Pelajar SMP Negeri Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan kini kembali memiliki asrama setelah bangunan sebelumnya terbakar

Asrama Mahasiswa Waropen di Palang, Bupati F.X Mote Turun Tangan

Asrama Mahasiswa Waropen di Palang, Bupati F.X Mote Turun Tangan

Bupati Waropen F.X Mote, turun langsung ke lapangan membuka palang yang disematkan pada Bangunan Asrama Mahasiswa Waropen di Kota Studi Mano

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer