
CEPOSONLINE.COM, BIAK – Empat guru terbaik dan Pengawas Pendidikan dari Kabupaten Biak Numfor akan mewakili Provinsi Papua dalam Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Nasional di Jakarta.
Kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 27 November hingga 2 Desember 2024 ini akan menjadi ajang bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamarudin, berharap para guru dari Biak Numfor dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama daerah.
“Jambore ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para guru untuk belajar dan berinovasi. Saya yakin mereka akan mampu bersaing dengan guru-guru dari provinsi lain,” ujarnya.
Keempat guru yang akan mewakili Biak Numfor adalah Dedi Aria Asmara (Pengawas Dedikatif), Arlies Subiastuti (Pengawas Inovatif), Romi Ronta (Guru Dedikatif SMPN 7 Biak Timur di Pulau Owi), dan Nurleli Muhammad Ali (Guru Dedikatif SMA – SMAN Samber).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamarudin, S.Pd., memberikan dukungan penuh kepada para guru yang akan berangkat.
“Kami berharap para guru dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan membawa pulang inovasi-inovasi baru untuk diterapkan di sekolah,” ujarnya.
Kamarudin juga mengajak seluruh masyarakat Biak Numfor untuk mendukung para guru yang sedang berjuang mengharumkan nama daerah.
“Mari kita doakan agar para guru kita dapat meraih prestasi terbaik dalam Jambore GTK Nasional,” ajaknya.
Kamarudin menegaskan, partisipasi ini mencerminkan dedikasi tinggi dan potensi guru Biak dalam bersaing di tingkat nasional.
Para guru akan bersaing dengan perwakilan dari 38 provinsi Indonesia, menampilkan inovasi dan dedikasi untuk memajukan pendidikan.
Kata Kadisdikdaya Biak, Kamarudin, Romi Ronta dan Nurleli Muhammad Ali adalah sosok inspiratif dalam dunia pendidikan, dengan dedikasi tinggi di wilayah yang penuh tantangan.
Romi mengajar di SMPN 7 Biak Timur, di Owi, wilayah kepulauan yang terpencil, sementara Nurleli memberikan pengajaran di SMA Samber, Kampung Samber.
Kedua guru ini menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas, namun tetap gigih mengabdi untuk mencerdaskan generasi muda.
Pengabdian mereka menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun kualitas pendidikan di daerah, sekaligus memotivasi rekan sejawat untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
“Semoga momen ini memberikan inspirasi bagi seluruh pendidik untuk terus meningkatkan kualitas dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Papua,” pungkas Kadisdikdaya Kamarudin. (*)



