
BIAK-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak menambah 1 unit mesin cuci darah. Hal Ini imbas meningkatnya permintaan cuci darah di RSUD Biak. Dengan penambahan itu maka kini RSUD Biak telah memiliki empat mesin cuci darah, sebab sebelumnya sudah ada tiga mesin cuci darah yang dioperasikan.
Penambahan mesin cuci darah itu akan membantu pelayanan lebih cepat kepada pasien. Pasalnya dengan hanya tiga mesin cuci darah itu pasien terpaksa antre dan dilayani hingga pukul 23.00 WIT. Namun dengan adanya empat mesin cuci darah itu maka untuk sementara pasien sudah tuntas dilayani pada pukul 20.00 WIT.
“Jadi pasien di ruang Hemodialisa selama ini ada yang menunggu hingga jam 11 malam karena mesin cuci darah kami hanya tiga, namun dengan bertambahnya menjadi empat maka teman-teman medis sudah bisa pulang jam 8 malam karena pasien sudah tuntas terlayani,” kata Direktur RSUD Biak dr. Ricardo Mayor, M.Kes kepada Cenderawasih Pos di Kantor DPRD Biak Numfor, kemarin.
Cuci darah sendiri merupakan salah satu metode pengobatan modern untuk membantu mengobati pasien yang menderita gagal ginjal. Metode ini diterapkan pada hampir semua rumah sakit untuk membantu mengatasi masalah kerusakan ginjal yang dimiliki oleh penderita penyakit ginjal.
Dijelaskan dr. Mayor, bahwa cuci darah dilakukan dengan tujuan berkurangnya kadar kreatinin di dalam tubuh, berkurangnya kadar urea di dalam tubuh, berkurangnya kadar racun di dalam tubuh, elektrolit di dalam tubuh seimbang dan turunnya resiko penyakit komplikasi yang berbahaya.
“Intinya bahwa cuci darah dilakukan untuk meringankan pasien dan mengurangi sejumlah resiko, karena dengan cuci darah itu maka akan mengurangi sejumlah kadar racun dalam tubuh,” tandasnya.(itb/tri)
