Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gugatan BTM-CK ke MK: Bukan Tentang Menang atau Kalah, Namun Menjaga Marwah Demokrasi

K
Penulis: Karolus Daot❯

 

Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano saat kampanye di Kampung Tobati. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano saat kampanye di Kampung Tobati. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua, hingga kini belum berakhir. Pasangan calon Benhur Tomi Mano-Constant Karma (BTM-CK) memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.


Advertisement

 

Langkah ini dinilai wajar sebagai bagian dari pendidikan demokrasi yang jujur dan adil. Bagi putra Tabi-Saireri ini, gugatan ke MK bukan sekadar persoalan politik, melainkan bentuk keseriusan mereka dalam mendukung kemajuan Papua yang damai dan bermartabat.

 

Advertisement

Sebab proses PSU kemarin, berlangsung dengan berbagai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

 

Oleh karena itu, MK sebagai lembaga hukum tertinggi di Indonesia di yakini akan membuka semua kebenaran yang sesungguhnya. Demi memwujudkan Papua yang adil mandiri, berbudaya, dan sejahtra. 

Advertisement

 

Berdasarkan dokumen resmi Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik MK RI Nomor 22/PAN.MK/e-AP3/08/2025, gugatan diajukan pada Jumat (22/8) pukul 17.48 WIB melalui kuasa hukum Anthon Raharusun dan tim, dengan KPU Papua sebagai pihak termohon.

 

Permohonan tersebut telah tercatat dalam Buku Pengajuan Permohonan Pemohon Elektronik (e-BP3). Sesuai Peraturan MK Nomor 3 Tahun 2024, pemohon diberikan waktu tiga hari kerja untuk melengkapi berkas sebelum dimasukkan dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e-BRPK).

 

Akta tersebut ditandatangani oleh Panitera MK, Wiryanto, pada Senin (25/8/2025) pukul 08.01 WIB.

 

Di tengah perjuangan hukum yang sedang berlangsung, Benhur Tomi Mano menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh rakyat Papua, khususnya umat Muslim yang telah memberikan dukungan pada pelaksanaan PSU.

 

"Kami mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada seluruh umat Muslim di tanah Papua yang telah memberikan dukungan kepada kami di PSU kemarin,” kata BTM di Jayapura, Kamis (28/8/2025).

 

Menurutnya, perjuangan mereka di MK bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga soal menjaga marwah demokrasi dan keutuhan sosial masyarakat Papua. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung dengan doa dan zikir.

 

BTM menegaskan bahwa PSU tidak boleh dimaknai semata sebagai pertarungan politik. Lebih dari itu, ini adalah momentum kejujuran, kesabaran, sekaligus ujian kedewasaan berdemokrasi.

 

"Di balik setiap surat suara, ada harapan. Di balik setiap pilihan, ada tanggung jawab kepada anak cucu kita nanti. Kita sudah berikhtiar, menyusun gagasan, menjangkau rakyat, menyampaikan visi, bahkan berlelah-lelah dari lorong ke lorong, dari kampung ke kampung. Kini kita hanya bisa berdoa agar apa yang kami perjuangkan di MK dapat terwujud," tuturnya.

 

BTM menambahkan, doa yang dipanjatkan saat ini bukan hanya untuk kemenangan BTM-CK, tetapi juga doa agar Papua tetap damai dan tidak terpecah belah karena perbedaan pilihan politik.

 

Lebih lanjut, BTM menegaskan bahwa doa yang mereka panjatkan bersama rakyat adalah wujud cinta kepada tanah Papua.

 

"Doa ini adalah bahasa hati, agar esok tidak ada air mata karena perpecahan, tidak ada luka karena perbedaan, dan tidak ada dendam yang tumbuh karena pilihan,”

 

“Jika kami yang terbaik di mata Tuhan, semoga Allah mantapkan hati untuk mendukung perjuangan kami di MK. Tetapi jika ada yang lebih baik, kami pun ikhlas, asalkan Papua tetap aman, rakyat tetap bersaudara, dan langit negeri ini tetap biru tanpa awan kebencian," ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa Papua adalah tanah damai, dan kedamaian itu merupakan warisan yang harus dijaga bersama. “Kita boleh berbeda baju, berbeda pilihan, berbeda jalan, tapi jangan pernah berbeda hati. Karena kita semua satu: satu tanah, satu nasib, dan satu cita-cita menjadikan Papua lebih baik dari hari ini,” tegasnya.

 

Menutup pernyataannya, BTM mengajak seluruh rakyat Papua untuk menjemput takdir dengan ketenangan, adab, dan akhlak terbaik.

 

"Kita telah mengadukan segalanya kepada sang pemilik langit. Dengan doa, Papua tak hanya damai, ia akan bersinar. Dengan kebersamaan, Papua tak hanya damai, ia akan bersinar. Dengan kebersamaan, Papua tak hanya kuat, ia akan bangkit,”

 

“Semoga setiap untaian zikir dan bisikan doa yang terucap menjadi wasilah bagi terjaganya negeri ini. Dan semoga setiap suara yang kita titipkan menjadi amal kebaikan, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi yang akan mewarisi Papua penuh harapan," tutup Benhur Tomi Mano. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Beberapa Pemain Banteng Papua Raya Bakal Direkrut ke EPA Persipura 

Beberapa Pemain Banteng Papua Raya Bakal Direkrut ke EPA Persipura 

Tim sepak bola Banteng Papua Raya FC yang berhasil menjadi juara ketiga dalam turnamen Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur bakal mendapat atensi

BTM: "Semangat Hidup Pahlawan Marthen Indey Harus Terus Ada dalam Perjuangan Kita"

BTM: "Semangat Hidup Pahlawan Marthen Indey Harus Terus Ada dalam Perjuangan Kita"

Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPD PDI Perjuangan Papua menggelar ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Marthen Indey di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin (29/6/2026). 

BTM: Politik Sejati Harus Berdiri Bersama Rakyat

BTM: Politik Sejati Harus Berdiri Bersama Rakyat

Memperingati Bulan Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Papua bersama jajaran pengurus cabang, ranting, dan masyarakat menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembersihan lingkungan di Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer