Cagub BTM Siapkan Konsep Pembangunan Yang Matang Berdasarkan Pengalaman

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano (BTM) terus memantapkan langkahnya menuju Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar rapat terbatas bersama Relawan Rajawali, Nusantara di Lapangan BTN Skylen, Kelurahan Whaimhorok, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua hari ini (Selasa,16/7/2025).
Dalam pertemuan ini, BTM memperkenalkan dirinya secara personal kepada para relawan, termasuk memaparkan rekam jejak pendidikannya.
Ia menyampaikan bahwa dirinya menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), melanjutkan program pascasarjana (S2) Magister Manajemen di Universitas Cenderawasih dan lulus pada tahun 2005.
Kemudian, ia meraih gelar doktor (S3) di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2015.
"Saya duduk di Uncen, saya duduk belajar di Universitas Brawijaya Malang, belajar untuk dapat gelar doktor. Saya tidak beli ijazah, tapi murni hasil belajar," ujarnya disambut tepuk tangan dari para relawan.
BTM juga menyebutkan bahwa dirinya sempat mengikuti berbagai program eksekutif di luar negeri sebagai bentuk keseriusan dalam menambah wawasan kepemimpinan.
Di antaranya Program Eksekutif Kepala Daerah di Universitas Harvard, Amerika Serikat (2012), Program Eksekutif di National University of Singapore (2013), serta Program Eksekutif di Northwestern University Transportation Center, AS (2013).
"Ini semua bukti keteguhan saya dalam mengejar pendidikan. Saya tidak ingin dapat gelar karena uang," tegasnya.
Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini juga menyampaikan visi dan misi pencalonannya sebagai Gubernur Papua. Ia mengatakan telah menyiapkan konsep pembangunan yang matang, berdasarkan pengalaman kepemimpinannya sebelumnya.
"Ketika saya menjabat Wali Kota Jayapura, saya berhasil meningkatkan APBD Kota dari Rp70 miliar menjadi kurang lebih Rp290 miliar. Hal baik ini yang akan saya bawa ke tingkat provinsi," kata BTM.
Menanggapi berbagai isu miring yang dialamatkan kepadanya, termasuk tuduhan soal kinerja dan dugaan korupsi selama menjabat di Kota Jayapura, BTM menyatakan bahwa ia memilih untuk tidak membalas dengan kemarahan.
"Saya tidak pernah membalas orang yang memfitnah atau menghujat saya. Saya yakin apa yang mereka lakukan itu hanya demi menghidupi keluarganya. Saya memaafkan mereka," ucapnya.
Di hadapan para relawan, ia juga mengajak agar dalam berpolitik tetap mengedepankan etika dan tidak menjatuhkan lawan dengan ujaran kebencian, baik di media sosial maupun media mainstream.
"Kita semua sama di hadapan Tuhan. Biarkan orang lain menghina kita, tapi jangan balas dengan cacian dan makian. Balaslah dengan doa pengampunan, agar Tuhan mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” tutupnya (*)



