
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Terlepas dari kemenangan di Pileg Papua pada Februari 2024 lalu, Golkar tak membuka pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada Papua pada November 2024 mendatang.
Hal inipun dijawab DPD Golkar Papua.
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Papua, Constant Karma, hal ini tak lepas dari perintah DPP Golkar.
“Kami di Papua tegak lurus dengan DPP di Jakarta.”
“Saya sendiri sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur sudah mengantongi surat itu sejak 20 November 2023 lalu yang diserahkan oleh pak Ketum Airlangga Hartarto,” kata Karma di Kantor DPP Golkar Papua di Jl Percetakan, Kota Jayapura, Sabtu (18/5/2024).
Namun Golkar sendiri tak menutup diri.
Sebab, jika ada bakal calon yang ingin meminang Golkar, maka dipersilakan langsung berkomunikasi dengan DPP Golkar.
“Nanti selanjutnya ditentukan DPP Golkar,” ujar Karma.
Di sini Constant juga menceritakan tentang penugasan DPP Golkar kepada dirinya sebagai bakal calon gubernur Papua.
Ketika itu yang ditetapkan sebagai bakal calon kepala daerah atau bakal calon wakil kepala daerah diberi tugas untuk berkoordinasi dengan DPD provinsi dan kabupaten/kota untuk suksesnya Pilpres dan Pileg.
“Proses itu sudah selesai sehingga saat ini tahap berikutnya adalah menuju Pilkada," jelas Constant Karma.
Selanjutnya surat terbaru yang diterima dari Plt Ketua DPD Partai Golkar Papua, Ahmad Doli Kurnia adalah sudah menjadi calon dan bukan lagi bakal calon.
“Jadi alasan lain tidak membuka karena sejak tahun lalu Golkar sudah memutuskan siapa – siapa saja yang ditunjuk menjadi calon kepala daerah, sehingga DPD tidak lagi membuka pendaftaran,” imbuhnya.
Ditanya soal kemungkinan adanya perubahan, kata Karma, nantinya diputuskan lagi lewat survei yang dilakukan sebanyak 3 kali.
Golkar sendiri menggunakan 14 lembaga survei untuk seluruh Indonesia.
"Di Papua menggunakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan survei tentang calon kepala daerah akan dilihat dari elektabilitasnya dan popularitas dan hasil survey langsung ke pusat,” imbuhnya.
Ditambahkan Ketua Harian Golkar Papua, Tan Wie Long, bahwa sesuai surat edaran DPP Partai Golkar disampaikan dan diberitahukan kepada seluruh DPD I dan DPD II Partai Golkar se Indonesia untuk tidak membuka pendaftaran.
Poin kedua, apabila di DPD I Partai Golkar maupun DPD II Partai Golkar mempunyai dinamika bakal - bakal calon yang potensial dari luar dari Partai Golkar, maka diarahkan langsung untuk berhubungan langsung ke DPP wilayah pemenangan Partai Golkar di Jakarta.
“Semua bakal bakal calon yang mungkin masih berminat untuk berproses, silahkan saja menghubungi DPP. Kami taat azas dan tegak lurus,” paparnya.
“Saya pikir ini hal yang baru bagi kami. Dan betul - betul ini penghormatan kepada kami sebagai kader yang betul-betul kami berasal dari internal yang berproses yang berjalan sudah puluhan tahun dan kami merasa hal ini peluang yang bagus,” tutup Tan Wie Long. (ade)



