Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KECEWA BERAT dengan Hasil Pileg, Isaias Douw: Jatah Kami di Papua Tengah Direbut Non-Papua!

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Politisi Senior Partai Golkar Papua Tengah, Isaias Douw, di sela-sela Demo Damai Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua di Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/3/2024).
Politisi Senior Partai Golkar Papua Tengah, Isaias Douw, di sela-sela Demo Damai Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua di Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/3/2024).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Politisi senior Partai Golkar, Isaias Douw, kecewa berat lantaran Caleg DPR RI non Papua menang di 6 kabupaten Sistem Noken di Papua Tengah.


Advertisement

Padahal, menurutnya, 6 kabupaten dengan pemungutan suara Sistem Noken itu merupakan basis bagi putra daerah.

“Kami juga bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tapi kenapa kita (OAP) punya jatah dikurangi oleh orang luar (Non OAP)?,”  tegas Isaias Douw kepada wartawan di sela-sela Demo Damai Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua di Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/3/2024).

Douw yang juga Caleg DPR RI Dapil Papua Tengah itu mengatakan, Indonesia adalah negara yang merdeka dan Orang Asli Papua Tengah merupakan bagian di dalamnya, sehingga mempunyai hak penuh untuk mendapat kursi di DPR RI.

Advertisement

"Papua Pegunungan punya jatah, Papua punya jatah, Papua Barat punya jatah, dan seluruh wilayah Indonesia lainnya juga ada pewakilan di parlemen tingkat pusat. Oleh karena itu, kembalikan hak kesulungan Orang Asli Papua Tengah untuk kursi DPR RI," tegas Douw.

Bupati Nabire dua periode itu merasa aneh lantaran di Nabire, pemungutan suara dengan sistem Luber bisa dimenangkan oleh OAP.

“Sedangkan di daerah Sistem Noken, yang suara kami sudah diisi di dalam Noken, kenapa malah tidak dapat suara?” tanyanya.

Advertisement

Douw yang juga mantan Ketua Asosiasi Bupati se-Meepago itu dengan tegas mendesak KPU dan Bawaslu bekerja sama secara jujur melakukan rekapitulasi suara.

"Di Deiyai, Dogiyai, dan Paniai itu menggunakan Sistem Noken.”

“Tapi kenapa kami anak daerah tidak dapat (suara) dan mereka yang dari luar yang dapat?”

“Ini siapa yang bermain? Apakah penyelenggara? Karena masyarakat punya suara di lapangan kita dapat tetapi sampai di tingkat PPD, KPU, dan Bawaslu kabupaten, (suara) kami kosong," tegasnya.

Sebagai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan politisi senior di Papua Tengah, Douw meminta KPU dan Bawaslu mengembalikan hak kesulungan Orang Asli Papua Tengah dalam kaitannya dengan perolehan kursi di DPR RI Dapil Papua Tengah. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Piter Gusbager Minta Seluruh Kader Kawal Kebijakan Pemerintah dan Berpihak ke Masyarakat

Piter Gusbager Minta Seluruh Kader Kawal Kebijakan Pemerintah dan Berpihak ke Masyarakat

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, resmi melantik Komisariat Distrik (Komdis) Partai Golkar untuk 5 Distrik sekaligus

Golkar Kota Jayapura Perkuat Fondasi Struktur Hingga Akar Rumput

Golkar Kota Jayapura Perkuat Fondasi Struktur Hingga Akar Rumput

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Jayapura mulai memperkuat fondasi organisasi hingga tingkat akar rumput melalui musyawarah dan pemilihan pengurus distrik yang akan dilanjutkan dengan pembentukan kepengu

Pengurus Baru Golkar Kota Jayapura Resmi Dilantik, Langsung Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Pengurus Baru Golkar Kota Jayapura Resmi Dilantik, Langsung Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Jayapura periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua DPD Partai Golkar Papua, Mathius D. Fakhiri, di Gedung PTC Entrop, Kota Jayapura, Senin (1/6/2026) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer