Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertalite Bakal Dibatasi, Kendaraan dari Kategori Ini Berpotensi Tak Lagi Bisa Beli BBM Subsidi

W
Petugas SPBU melayani customer dalam pengisian BBM. Pertamina Pastikan Pasokan BBM stok aman, dengan menjaga keandalan distribusian di wilayah  Papua Maluku.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PERTAMINA) 
Petugas SPBU melayani customer dalam pengisian BBM. Pertamina Pastikan Pasokan BBM stok aman, dengan menjaga keandalan distribusian di wilayah  Papua Maluku. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PERTAMINA) 


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah baru untuk memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite. Ke depan, tidak semua masyarakat dipastikan bisa membeli BBM RON 90 tersebut seperti saat ini.


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah tengah membahas kemungkinan pembatasan BBM subsidi Pertalite bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.


Salah satu skema yang dibahas adalah membatasi pembelian BBM Subsidi Pertalite untuk masyarakat yang masuk desil 9 dan desil 10.

Advertisement

 

Menurut Purbaya, pembatasan tersebut tidak langsung diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah berencana menyiapkan sistem terlebih dahulu sebelum melakukan pengurangan subsidi secara bertahap.


“Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” ujar Purbaya usai rapat koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Advertisement


Sebagai informasi, pembagian desil digunakan untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia. Terdapat 10 desil, dengan masing-masing desil mencakup 10 persen keluarga. Desil 9 dan 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 20 persen tertinggi.

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, evaluasi diperlukan karena BBM bersubsidi selama ini masih dinikmati masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi.


Menurutnya, subsidi seharusnya lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan. Pemerintah pun tengah membahas mekanisme agar anggaran subsidi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah dapat lebih tepat sasaran.


Bahlil menyebut skema pembatasan nantinya juga dapat mempertimbangkan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

SPBU Tanah Hitam Disanksi Pertamina, Pasokan Solar Subsidi Dihentikan

SPBU Tanah Hitam Disanksi Pertamina, Pasokan Solar Subsidi Dihentikan

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menghentikan sementara pasokan Biosolar bersubsidi ke SPBU 84.991.04 di Jalan Raya Tanah Hitam,

Pernah Punya 19 SPBU di Indonesia, Petronas Kini Hilang dari Jalanan: Ini Alasannya

Pernah Punya 19 SPBU di Indonesia, Petronas Kini Hilang dari Jalanan: Ini Alasannya

Sebelum persaingan bisnis SPBU di Indonesia semakin ramai seperti sekarang, masyarakat sempat mengenal sejumlah merek asing yang ikut menjua

Ini Alasan Jam Pengisian Bio Solar Subsidi Diatur

Ini Alasan Jam Pengisian Bio Solar Subsidi Diatur

PT Pertamina Patra Niaga menerapkan penyesuaian jam layanan pengisian Bio Solar Subsidi di sejumlah SPBU se-Kota Jayapura. Kebijakan tersebu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer