Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ubah Mindset, Pemuda Papua Jangan Hanya Jadi Penonton

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Kaka Jose (tengah) berfoto dengan sejumlah pemuda asal Distrik Heram usai kegiatan diskusi di Obhe Ondoafi Heram, Kota Jayapura, Sabtu (13/6)
Kaka Jose (tengah) berfoto dengan sejumlah pemuda asal Distrik Heram usai kegiatan diskusi di Obhe Ondoafi Heram, Kota Jayapura, Sabtu (13/6)

Advertisement

CEPPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan kemampuan yang dimiliki kembali disuarakan seorang motivator, Kaka Jose. Dihadapan sekitar 300 pemuda di Distrik Heram, Kota Jayapura, Jose mengajak semua untuk merefleksikan diri dan bangkit demi kemajuan Tanah Papua. 

Hal tersebut dilontarkan dalam kegiatan diskusi bertajuk "Capacity Building Pemuda Heram Bersama Kaka Jose" yang digelar Sabtu (13/6 ) di pelataran rumah adat (Obhe) Ondoafi Heram Kota Jayapura. Kegiatan ini mengusung tema yakni membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Jose meyakini pemuda Papua memiliki kemampuan hanya saja selama ini belum dibangkitkan.

Iapun meminta agar para pemuda jangan hanya menjadi penonton tetapi bagaimana bisa mengubah mindset yang dimulai dari dalam diri masing-masing. Jose Alvan Ohei atau yang akrab disapa Kaka Jose menekankan pentingnya perubahan mindset tanpa harus selalu menyalahkan faktor eksternal atau lingkungan sekitar. Pemuda Heram diingatkan kembali akan identitas mereka yang memiliki rekam jejak sebagai pemimpin.

Advertisement

"Kita harus bahas bagaimana anak Papua bisa bangkit dari dalam, mengubah diri kita sendiri. Kita tidak bisa bilang 'karena ini, karena itu'. Kita harus rubah dari dalam diri untuk bangun bangsa," tutur Jose Alvan Ohei seperti rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (14/6). Ia menambahkan bahwa semangat ini sejalan dengan jargon pergerakan mereka, yaitu "Pemuda Heram Maju Bersama, Bangun Daerah".

Kaka Jose menyinggung soal realita kehidupan sehari-hari di Papua. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih senang membicarakan kegagalan orang lain atau merasa tidak senang saat melihat sesamanya meraih keberhasilan. Fenomena ini disebutnya sebagai budaya saling membagikan atau baku over energi negatif. 

"Ada satu yang berhasil, kita bicara dia. Kita kumpul orang-orang untuk baku over energi negatif. Kasihan, dia lagi bahagia, dia punya berkat, dia punya semua, akhirnya jadi surut. Harusnya enerji positif yang ditularkan sehingga komunitas bisa maju sama-sama. Kenapa kita sulit maju, ini karena satu berhasil tapi kita sibuk bicara dia," singgung Kaka Jose.  Ia juga memberikan contoh konkret dalam dunia usaha lokal, di mana ia menyayangkan sikap enggan mendukung usaha yang dirintis oleh sesama anak daerah.

Advertisement

"Lebih banyak tempat di tanah Papua ini, kalau satu bikin kios, yang lain mau beli itu jalan putar jauh sekali, mereka tidak mau ke situ. Malah kita sebarkan keburukan untuk menjatuhkan. Ini makanya kita sendiri susah," ungkapnya.  Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan komunitas lain yang memiliki solidaritas ekonomi sangat kuat, di mana satu sama lain akan saling mempromosikan dan mendukung usaha kerabatnya agar sama-sama maju.

Oleh karena itu, ia meminta pemuda Heram untuk membuang jauh-jauh sifat saling menjatuhkan kemudian baku patok dan menggantinya dengan semangat saling menopang baku dukung. Pasalnya, jika terus mempertahankan ego, rasa iri hati, dan saling membunuh karakter, maka anak-anak asli Papua hanya akan menjadi penonton di atas tanahnya sendiri. Hanya merugikan diri sendiri dan kelompok. Jadi sekali lagi, Kaka Jose mengingatkan untuk lebih baik saling mendukung, menularkan energi positif dan percaya jika anak-anak Papua juga bisa bangkit lebih baik.

"Pemuda Heram jangan baku patok , harus baku dukung. Kita baku bunuh, baku tidak senang, iri hati orang lain bikin kios, orang lain membangun, kita tinggal saja jadi penonton. Jangan begini terus, mindset harus dibuat lebih positif dan saling support," tegasnya. Sementara dari kegiatan yang dimulai dari sore hingga malam hari dengan durasi kurang lebih 3 jam ini, Kaka Jose juga membagikan sejumlah buku hasil tulisannya sendiri kepada para pemuda yang hadir. 

Buku-buku tersebut mengulas tentang manfaat hidup serta pengembangan potensi diri generasi muda, yang dikemas lewat berbagai sajian cerita inspiratif. Buku tersebut diberikan secara gratis melalui sesi kuis interaktif bagi mereka yang menyimak materi dengan baik. Berkat pertanyaan yang disiapkan tergolong mudah dan dekat dengan materi pembekalan, para pemuda maupun pemudi tampak antusias dan menjawab seluruh pertanyaan dengan benar. 

Advertisement

Artikel Terkait

Wali Kota Sorong Ajak Pemuda Amalkan Sikap Patriotisme, Kegigihan dan Empati

Wali Kota Sorong Ajak Pemuda Amalkan Sikap Patriotisme, Kegigihan dan Empati

Wali Kota Sorong Septinus Lobat, mengajak generasi muda untuk mengamalkan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati melalui pengabdian, perju

Cuaca Membaik, Wali Kota Sorong Keluarkan SE, PTM Kembali Berlaku Mulai 19 Oktober

Cuaca Membaik, Wali Kota Sorong Keluarkan SE, PTM Kembali Berlaku Mulai 19 Oktober

Pemerintah Kota Sorong resmi memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta mulai S

Dibantu Tokoh OPM, TNI Temukan Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi di Maybrat

Dibantu Tokoh OPM, TNI Temukan Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi di Maybrat

Aparat TNI yang tergabung dalam operasi gabungan berhasil menemukan satu pucuk senjata laras panjang organik jenis Caracal beserta 17 butir

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer