Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tahun Pengabdian di Kadin Papua Sudah Cukup untuk Ketum Ronald Antonio

E
Penulis: Elfira Halifa❯

 


Advertisement

Ketua Umum Kadin Papua masa bakti 2021-2026, Ronald Antonio foto bersama Ketum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. (Ceposonline.com/Dokumen).
Ketua Umum Kadin Papua masa bakti 2021-2026, Ronald Antonio foto bersama Ketum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. (Ceposonline.com/Dokumen).

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Estafet kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua bersiap memasuki babak baru.

 

Advertisement

Ketua Umum Kadin Papua masa bakti 2021-2026, Ronald Antonio, secara terbuka menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 mendatang.

 

Dalam pernyataan yang disampaikan dengan penuh ketegasan namun rendah hati, Ronald mengonfirmasi bahwa masa baktinya akan segera usai pada bulan Mei 2026 mendatang.

Advertisement

 

Meski secara aturan organisasi ia masih diperbolehkan menjabat untuk periode kedua, Ronald memilih untuk memberikan kesempatan bagi figur-figur baru.

 

"Saya merasa pengabdian saya selama satu periode ini sudah cukup. Saya secara pribadi memutuskan untuk tidak maju lagi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Papua pada periode 2026-2031 nanti," tegas Ronald, Jumat (6/3/2026).

 

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Ronald menyoroti pentingnya regenerasi sebagai jantung dari kesehatan sebuah organisasi.

 

Ia khawatir jika kepemimpinan terlalu lama berada di tangan yang sama, akan muncul efek kejenuhan yang justru dapat menghambat kreativitas dan akselerasi organisasi dalam merespons tantangan zaman.

 

Keputusannya untuk tidak lagi menjabat sebagai "Nahkoda Utama" bukan berarti Ronald akan angkat kaki dari Kadin.

 

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam rumah besar Kadin Papua, namun dalam peran yang berbeda.

 

Sesuai aturan main organisasi, pasca lengser dari jabatan Ketua Umum, Ronald akan transisi menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. Posisi ini memungkinkannya untuk tetap memberikan supervisi, nasihat, dan arahan strategis bagi pengurus baru tanpa harus terlibat dalam teknis operasional harian.

 

Menjelang Muprov April 2026, Ronald pun menitipkan kriteria khusus bagi para calon pengusaha atau pengurus yang ingin maju bertarung memperebutkan kursi Kadin 1.

 

Ia berharap pemimpin masa depan Kadin Papua memiliki tiga aspek utama. Pertama, sinergi tanpa batas. Menjadi mitra strategis yang solid bagi Pemerintah Provinsi Papua untuk mendorong iklim investasi yang sehat.

 

Kedua, visi yang sejalan. Dimana memiliki kedekatan visi dengan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua saat ini, demi mendukung program besar "Papua Cerah" selama lima tahun ke depan.

 

Ketiga, totalitas waktu. Pemimpin baru harus mampu meluangkan waktu lebih banyak untuk mengurus organisasi dan mengayomi seluruh anggota dari tingkat kabupaten hingga kota.

 

"Kita butuh pemimpin yang lebih siap dan layak untuk memimpin Kadin ke depan agar organisasi ini jauh lebih maju dan jaya," tutup Ronald seraya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Kadin Kabupaten/Kota yang telah menemaninya selama lima tahun terakhir. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Lihai Mainkan Reog, Aksi Pemuda Papua di Biak Tuai Pujian

Lihai Mainkan Reog, Aksi Pemuda Papua di Biak Tuai Pujian

Perayaan Tasyakuran ke-39 Kerukunan Keluarga Pati di Lapangan Gelanggang Remaja, menyuguhkan pemandangan yang menghangatkan hati.

Hari Pahlawan, Pembangunan Inklusif Jadi Wujud Perjuangan Membangun Papua

Hari Pahlawan, Pembangunan Inklusif Jadi Wujud Perjuangan Membangun Papua

Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Tanah

Satgas TNI Buru OPM di Papua Menggunakan Helikopter 

Satgas TNI Buru OPM di Papua Menggunakan Helikopter 

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus mengintensifkan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer