Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Papua Putuskan Pendidikan Koas FK Uncen Kembali ke RSUD Dok II

K
Penulis: Karolus Daot❯
Komkordik RSUD Dok II Jayapura saat Audiensi dengan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri terkait masalah Dokter Koas, Kamis (19/2) (CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN)
Komkordik RSUD Dok II Jayapura saat Audiensi dengan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri terkait masalah Dokter Koas, Kamis (19/2) (CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Perjuangan para dokter yang tergabung dalam Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUD Dok II Jayapura untuk mengembalikan pendidikan profesi dokter (koas) Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) ke RSUD Dok II akhirnya menemukan titik terang.


Advertisement

Setelah melakukan serangkaian audiensi dengan berbagai pihak, mulai dari Komisi V DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) hingga Rektor Uncen, Komkordik RSUD Dok II pada Kamis (19/2/2026) bertemu langsung dengan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur disebut telah mengambil keputusan agar pendidikan profesi dokter dikembalikan ke RSUD Dok II Jayapura.

Ketua Komkordik RSUD Dok II, dr. Apter E. Patai, SpOG Subsp. FER, menjelaskan bahwa keputusan tersebut menjadi angin segar setelah hampir dua tahun persoalan ini bergulir tanpa kejelasan.

Advertisement

"Intinya gubernur mau kembalikan ke Dok II lagi. Beliau sudah putuskan nanti dikembalikan. Karena di Abepura itu kan kurang, cuma 15 dokter, padahal di Dok II ada 66”

“Selama ini juga kita berjalan sebagai rumah sakit utama pendidikan," ungkap dr. Apter usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan kedokteran tidak semata-mata persoalan lokasi, tetapi menyangkut standar kompetensi yang pada akhirnya menentukan kualitas pelayanan medis di Papua.

Advertisement

"Kalau kompetensinya menurun, yang dirugikan bukan hanya institusi, tapi masyarakat Papua yang dilayani," tambahnya.

Menurutnya, Gubernur Papua telah memahami seluruh persoalan tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil Rektor Universitas Cenderawasih untuk membahas langkah lanjutan sebelum proses pengembalian resmi dilakukan.

"Beliau (Gubernur) mungkin satu-dua hari akan panggil Rektor, setelah itu baru dipindahkan kembali ke Dok II," kata dr. Apter.

Menurutnya, pendidikan kedokteran bukan sekadar proses akademik, melainkan menyangkut masa depan pelayanan kesehatan di tanah Papua.

"Setiap mahasiswa kedokteran yang belajar hari ini adalah dokter yang kelak akan melayani di kampung-kampung terpencil, menolong ibu melahirkan, menyelamatkan anak-anak dari penyakit yang bisa dicegah, dan menghadirkan harapan di daerah yang jauh dari akses kesehatan," tuturnya.

Ia menegaskan, hambatan dalam proses pendidikan kedokteran bukan hanya persoalan institusi, tetapi menyangkut masa depan kesehatan rakyat Papua secara keseluruhan.

"Kami berharap dengan adanya respon dari gubernur, maka proses pendidikan profesi dokter FK Uncen dapat kembali berjalan optimal, berstandar, dan berkelanjutan di rumah sakit pendidikan utama di Papua," pungkas dr. Apter (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua menjadikan satu tahun kepemimpinan Gubernur Mathius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto

Dari Sawah Baru hingga Tiga Kali Panen, Pemprov Papua Target Swasembada Beras 2028

Dari Sawah Baru hingga Tiga Kali Panen, Pemprov Papua Target Swasembada Beras 2028

Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat sektor pertanian untuk mengejar target swasembada beras tahun 2028.

Jelang Setahun Jadi Gubernur Papua, Fakhiri Kembali ke Katedral dan Kenang Masa Lalunya

Jelang Setahun Jadi Gubernur Papua, Fakhiri Kembali ke Katedral dan Kenang Masa Lalunya

Menjelang genap satu tahun memimpin Papua, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri kembali ke tempat yang memiliki jejak penting dalam perjalanan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer