Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdik Papua Selatan: Rapor Pendidikan Wajib Jadi Acuan, Sekolah Tak Boleh Lagi Asal Susun Program

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan bersama para kepala sekolah dari empat kabupaten cakupan Papua Selatan, pada penutupan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Perencanaan Program Sekolah Berbasis Rapor Pendidikan, di Merauke, Rabu (1/7/2026)(CEPOSONLINE.COM/SULO).
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan bersama para kepala sekolah dari empat kabupaten cakupan Papua Selatan, pada penutupan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Perencanaan Program Sekolah Berbasis Rapor Pendidikan, di Merauke, Rabu (1/7/2026)(CEPOSONLINE.COM/SULO).


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Marthen Rummar, menegaskan rapor pendidikan harus menjadi acuan utama bagi setiap sekolah dalam menyusun program kerja dan meningkatkan mutu pendidikan.

Hal tersebut disampaikan saat menutup kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Perencanaan Program Sekolah Berbasis Rapor Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan  di Merauke, Rabu (1/7/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti sekitar 70 kepala sekolah mulai dari sekolah Pendidikan Khusus, SD, SMP, SMA dan SMK dari empat kabupaten cakupan Papua Selatan yakni Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel.   

Advertisement

Menurut Marthen, rapor pendidikan merupakan instrumen penting untuk mengukur capaian mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan. Melalui data tersebut, sekolah dapat mengetahui berbagai indikator yang masih perlu diperbaiki maupun dipertahankan.

"Kalau masih ada indikator yang berwarna merah dalam Rapor Pendidikan, berarti masih ada persoalan yang harus segera dibenahi. Sedangkan yang sudah hijau harus dipertahankan," ujarnya.

Ia menjelaskan, rapor pendidikan disusun berdasarkan hasil Asesmen Nasional yang menjadi alat ukur mutu pendidikan mulai dari tingkat sekolah hingga kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Advertisement

Karena itu, setiap kepala sekolah diminta memanfaatkan data tersebut sebagai dasar dalam menyusun perencanaan program, termasuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), agar anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi sekolah.

Marthen mengatakan, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik yang juga menjadi bagian dari program strategis nasional di bidang pendidikan.

Ia menilai seluruh program sekolah harus diarahkan untuk meningkatkan dua kompetensi dasar tersebut melalui perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Lebih lanjut, Marthen mengungkapkan capaian setiap sekolah akan berdampak langsung terhadap nilai standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan di tingkat kabupaten maupun Provinsi Papua Selatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Gara-Gara Salah Hitung Anggaran, Gaji PPPK Guru Mimika Tertunda

Gara-Gara Salah Hitung Anggaran, Gaji PPPK Guru Mimika Tertunda

Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengakui adanya kekeliruan fatal dalam perencanaan dan penghitungan anggaran tahunan yang berdampak langsu

Serapan Dana Otsus Pendidikan Mimika Disebut Nol Persen, Kadis: Itu Keliru!

Serapan Dana Otsus Pendidikan Mimika Disebut Nol Persen, Kadis: Itu Keliru!

Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membantah tudingan bahwa penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sektor pendidikan tahun ang

Tanggapi Pelajar Nabire Tolak MBG, Dinas Pendidikan Tegaskan MBG Bersumber dari APBN

Tanggapi Pelajar Nabire Tolak MBG, Dinas Pendidikan Tegaskan MBG Bersumber dari APBN

Menanggapi aksi pelajar dan mahasiswa yang menolak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire, Kepala Dinas Pendidikan dan Keb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer