Tiga Jari dan Tiga Warna, Pesan Perlawanan Apa yang Sedang Disuarakan?

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Simbol tiga jari serta kombinasi warna merah, biru, dan hijau ramai diperbincangkan di media sosial di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota pada Rabu (28/10/2026).
Kemunculannya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, memunculkan tafsir tentang perlawanan, kesadaran kritis, hingga persatuan di tengah perbedaan.
Fenomena tersebut tidak hanya menarik perhatian dari sisi visual, tetapi juga dari pesan yang terkandung di balik penggunaannya. Simbol yang semula memiliki makna tertentu dapat berkembang menjadi ekspresi sikap ketika hadir dalam konteks sosial dan politik.
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, Fajar Junaedi, menilai fenomena itu dapat dibaca melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Pendekatan ini menjelaskan bagaimana sebuah tanda memperoleh makna yang lebih luas dari bentuk atau arti literalnya.
Menurut Fajar, secara denotatif, gestur tiga jari hanyalah bentuk tangan dengan tiga jari terbuka, yakni telunjuk, tengah, dan manis. Namun, ketika digunakan dalam aksi demonstrasi, gestur tersebut dapat memperoleh makna konotatif sebagai simbol perlawanan.


