
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Indonesia mulai melirik pengembangan energi nuklir untuk mendukung ketahanan energi. Sejumlah negara yang sudah berpengalaman pun diajak bekerja sama.
Seperti dilansir Antara, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah Indonesia mengkaji pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di sejumlah wilayah, termasuk di Kepulauan Riau (Kepri), untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Bahlil mengatakan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara terkait rencana pengembangan nuklir, namun, penentuan lokasi masih dalam tahap kajian dan perhitungan, termasuk untuk memastikan kelayakan.
“Pemerintah Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk pembangkit nuklir, dan salah satu di antaranya yang masih dalam studi akan ditempatkan di Kepri," kata Bahlil di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, selain di Kepulauan Riau, pemerintah juga mengkaji sejumlah lokasi lain, antara lain di Halmahera, Kalimantan, dan Sumatera.
Untuk rencana pembangunan PLTN di Halmahera, Bahlil menyebut pemerintah masih mengkaji kemungkinan kerja sama dengan Rusia.
“PLTN nuklir yang akan di Halmahera itu bekerja sama kalau tidak salah dalam kajian sekarang, masih dalam kajian itu dengan Rusia. Terus ada beberapa juga lokasi di Kalimantan, dan ada beberapa lokasi juga yang ada di Sumatera, salah satu di antaranya adalah Kepri,” ujarnya.
Bahlil menegaskan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum memutuskan pengembangan PLTN di lokasi-lokasi tersebut.
“Ini kita kaji dulu, kita sedang mempertimbangkan, kalau sudah lolos FS-nya, baru kita lakukan,” katanya.
Ia menambahkan, negara yang akan menjadi mitra pengembangan nuklir harus memiliki kemampuan dan rekam jejak yang teruji di bidang tersebut.(*)



