Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geger! Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan 23 Kg Emas Senilai Rp63 Miliar Libatkan 7 WNA China

A
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kiri) didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Dejaka Budhi Utama (kedua kiri) menunjukan barang bukti hasil ungkap penyelundupan ekpor emas seberat 23 kg dengan nilai Rp63 miliar di Tangerang, Banten pada Kamis (12/8/2026). (CRPOSONLINE.COM/ANTARA/Azmi Samsul M)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kiri) didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Dejaka Budhi Utama (kedua kiri) menunjukan barang bukti hasil ungkap penyelundupan ekpor emas seberat 23 kg dengan nilai Rp63 miliar di Tangerang, Banten pada Kamis (12/8/2026). (CRPOSONLINE.COM/ANTARA/Azmi Samsul M)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan emas 23,793 kg senilai Rp63 miliar dalam waktu kurang dari 24 jam. Ironisnya, 7 WNA China dan 1 WNI memakai modus “body insertion” dan memanfaatkan oknum ground handling. Emas 24 karat itu disembunyikan di rongga tubuh hingga pakaian dalam modifikasi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Tangerang, Kamis mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan atas kerjasama antara Aviation Security (Avsec) pada periode 11 Agustus 2026.

Di mana, kata dia, dalam waktu kurang dari 24 tim gabungan mendapati dua modus penyelundupan emas yang berbeda di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Advertisement

"Dalam waktu kurang dari 24 jam Bea Cukai menghadapi dua modus berbeda. Yang pertama penyelundupan emas seberat 99,99 persen atau 24 karat (melalui) penyembunyian kelamin wanita dan anus. Pada kasus berikutnya mereka menemukan kasus pemanfaatan oknum ground handling untuk membawa emas kepada penumpang," katanya seperti dilansir Antara, Kamis (13/8/2026).

Ia mengungkapkan, dalam penanganan perkara penyelundupan barang ekspor kategori emas ini menggunakan modus operandi baru yang menggunakan pola penyelundupan yang biasa digunakan pada kasus narkotika oleh tujuh orang penumpang berkewarganegaraan China yang hendak bertolak ke Hong Kong menggunakan penerbangan CX798 dan GA860.

"Kami pun menyoroti modus operandi baru yang kian nekat, para pelaku menggunakan pola penyelundupan yang biasa digunakan pada kasus narkotika," kata dia.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Dejaka Budhi Utama menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas yang mempunyai atensi terhadap barang bawaan salah seorang penumpang.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan emas batangan dan serbuk berbentuk silinder serta menyerupai telur di dalam tas jinjing (hand carry). Hasil uji laboratorium dengan Detektor Mineral XRF menunjukkan kandungan emas murni sebesar 99,99 persen atau 24 karat.

"Pengembangan pengawasan kemudian mengungkap adanya anomali pada tubuh para penumpang lainnya. Berdasarkan gelar perkara, ketujuh WNA tersebut menyembunyikan emas batangan dengan cara dimasukkan ke rongga tubuh (body insertion), menggunakan pakaian dalam yang telah dimodifikasi (body strapping), hingga disembunyikan di dalam tas," katanya menerangkan. 

Ia mengatakan, dari penindakan pertama ini, petugas mengamankan 41 keping emas dengan berat total 17,436 kilogram senilai kurang lebih Rp46 miliar. Kendati demikian, pihaknya menyangkakan terhadap tujuh warga negara China tersebut dengan Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Prabowo Ungkap Temuan Cadangan Emas dan Mineral Sangat Besar di Pegunungan Papua

Prabowo Ungkap Temuan Cadangan Emas dan Mineral Sangat Besar di Pegunungan Papua

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa  Indonesia menemukan cadangan emas dan mineral dalam jumlah sangat besar di wilayah pegunungan Papua.

Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini 6 Lagunya yang Masih Populer dan Terus Dinyanyikan

Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini 6 Lagunya yang Masih Populer dan Terus Dinyanyikan

Kabar duka datang dari dunia seni Indonesia. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia p

Banteng Papua Raya Jumpa Banteng Papua Tengah di Semifinal Soekarno Cup U-17 

Banteng Papua Raya Jumpa Banteng Papua Tengah di Semifinal Soekarno Cup U-17 

Klub Banteng Papua Raya FC berhasil merebut tiket semifinal turnamen Soekarno Cup U-17 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer