Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

April, Saudi Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

W

ILUSTRASI: Kapal milik Pertamina yang mengangkut minyak mentah (crude). (IST)
ILUSTRASI: Kapal milik Pertamina yang mengangkut minyak mentah (crude). (IST)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar di dunia, telah memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli Asia

 

Dikutip dari Bloomberg Technoz dilaporkan hal ini dilakukan setelah perang AS-Israel dengan Iran mengganggu perdagangan melalui Selat Hormuz.

Advertisement

 

 

 Demikian disampaikan dua sumber yang mengetahui hal tersebut, seperti dilaporkan Reuters pada Senin (23/3/2026).

Advertisement

 

 

Produsen tersebut hanya memasok minyak mentah Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah ke pelanggan jangka panjang pada April, kata sumber tersebut, sehingga pasokan ke kilang-kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

 

 

Aramco, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar di luar jam kerja.

 

 

Arab Saudi telah mengekspor 4,355 juta barel minyak mentah per hari sejauh ini pada Maret, menurut data dari perusahaan analitik Kpler, turun dari 7,108 juta barel per hari pada Februari.

 

 

Sinopec, kilang minyak utama China, dijadwalkan akan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Arab Saudi dari Yanbu pada Maret.

 

 

Muatan minyak di pelabuhan Yanbu sempat terganggu pada Kamis setelah sebuah drone jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Waduh, Perundingan AS-Iran Batal, Harga Minyak Mentah Kembali Menguat

Waduh, Perundingan AS-Iran Batal, Harga Minyak Mentah Kembali Menguat

Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang akan berlangsung di Swiss, Jumat (19/6/2026) batal dilaksanakan. Harga minyak mentah dunia ditutup menguat.

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN Indonesia Terancam Tertekan

Meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak global itu dinilai memiliki

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer