Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

95 Negara Naikkan Harga BBM, Indonesia Cukup Lakukan Penghematan

W
Penulis: Weny Firmansyah❯

Ilustrasi pengisian BBM. (ISTIMEWA)
Ilustrasi pengisian BBM. (ISTIMEWA)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA -Di tengah gejolak harga energi global, sebanyak 95 negara tercatat telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk merespons lonjakan harga minyak dunia.

 

 

Advertisement

Namun, Indonesia mengambil langkah berbeda dengan tetap menahan harga BBM subsidi, meski tekanan terhadap anggaran negara semakin meningkat.

 

 

Advertisement

Mengacu pada data Global Petrol Prices, kenaikan harga BBM terjadi secara luas di berbagai kawasan, termasuk Asia dan negara berkembang. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir, yang berdampak langsung pada biaya transportasi dan harga barang di tingkat konsumen.

 

 

Berbeda dengan tren global tersebut, pemerintah Indonesia memilih untuk tidak membebankan kenaikan harga kepada masyarakat. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah mengalihkan tekanan harga energi ke dalamT Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

 

“Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti seperti negara-negara lain, masyarakat bisa panik,” ujar Purbaya, Minggu (23/3/2026).

 

 

Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi domestik, terutama di tengah ketidakpastian global. Dengan harga BBM yang tetap terkendali, pemerintah berharap dampak inflasi dapat ditekan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

 

 

Namun, keputusan tersebut membawa konsekuensi terhadap beban fiskal negara. Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sekitar 70 dolar AS per barel, sementara harga minyak global saat ini telah melampaui angka tersebut. Selisih ini otomatis meningkatkan kebutuhan subsidi energi.

 

 

Untuk menjaga kesehatan fiskal, pemerintah menyiapkan berbagai langkah penyesuaian. Mulai dari efisiensi belanja hingga upaya peningkatan pendapatan negara menjadi strategi yang akan ditempuh.

 

 

“Kita akan melakukan langkah-langkah, baik penghematan maupun peningkatan pendapatan, supaya APBN tetap aman,” kata Purbaya.

 

 

Di sisi lain, tekanan harga energi global tetap menjadi ancaman bagi perekonomian. Kenaikan biaya energi di berbagai negara berpotensi memicu inflasi global yang pada akhirnya dapat merambat ke dalam negeri, baik melalui jalur perdagangan maupun harga komoditas.

 

 

Pemerintah kini berada pada posisi menyeimbangkan dua kepentingan: menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat dan memastikan ketahanan fiskal tetap terjaga. Kebijakan menahan harga BBM menjadi bantalan jangka pendek, namun dalam jangka panjang, ruang fiskal akan menjadi faktor penentu keberlanjutan strategi tersebut. (*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Penerbangan Belum Stabil Pengaruhi Penyaluran BBM di Wamena 

Penerbangan Belum Stabil Pengaruhi Penyaluran BBM di Wamena 

Meskipun masih terkendala dengan penerbangan yang belum stabil karena kabut asap, penyaluran terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ma

Impor BBM dan LPG Satu Pintu, Ini Tiga Keuntungan yang Bisa Didapat Indonesia 

Impor BBM dan LPG Satu Pintu, Ini Tiga Keuntungan yang Bisa Didapat Indonesia 

Pemerintah Indonesia berupaya membenahi mekanisme pengadaan impor bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude oil) dan Liguefied Petroleu

Di Wamena Harga BBM Ditingkat Pengecer Mulai Dinaikkan Sepihak

Di Wamena Harga BBM Ditingkat Pengecer Mulai Dinaikkan Sepihak

Komisi B DPRK Jayawijaya menemukan adanya tingkatan harga BBM yang bervariasi di tingkat pengecer dari Rp 35000 per liter untuk  Pertalite,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer