Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tegas! MUI Minta Umat Islam Tak Lakukan Sweeping Selama Ramadan

Y
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. (CEPOSONLINE.COM/DOK JAWAPOS)
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. (CEPOSONLINE.COM/DOK JAWAPOS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Majelis Ulama Indonesia (MU menegaskan larangan bagi umat Muslim untuk melakukan aksi sweeping selama bulan suci Ramadan.


Advertisement

Imbauan ini disampaikan guna menjaga suasana ibadah tetap khusyuk, aman, dan penuh toleransi.

MUI menilai, praktik sweeping yang kerap terjadi menjelang maupun saat Ramadan berpotensi menimbulkan gesekan sosial serta mengganggu ketertiban umum.

Karena itu, umat Islam diminta untuk tidak mengambil tindakan sepihak dalam bentuk apa pun.

Advertisement

Menurut MUI, pengawasan terhadap aktivitas masyarakat merupakan kewenangan aparat dan pemerintah daerah.

Umat Islam diharapkan fokus menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal, serta menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Ramadan adalah bulan suci yang harus dijaga bersama. Tidak perlu ada sweeping, serahkan kepada pihak yang berwenang,” ujar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas dikutib dari Jawapos.com.

Advertisement

Menurut Anwar, bulan Ramadan merupakan momentum meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat persaudaraan, bukan menjadi ruang untuk tindakan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial.

Ia menekankan bahwa pemerintah telah memiliki mekanisme untuk melakukan pengawasan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku.

“Tidak perlu ada sweeping-sweepingan. Kita percayakan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan. Yang terpenting adalah bagaimana umat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,”katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama, terlebih Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta menahan diri dan mengedepankan dialog jika menemukan persoalan di lapangan.

Selain itu, Anwar berharap pemerintah daerah dapat hadir secara aktif dalam menciptakan suasana kondusif selama Ramadan.

Penataan aktivitas usaha dan ruang publik, menurutnya, perlu dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Ramadan sendiri tinggal menghitung hari. Umat Islam di seluruh Indonesia bersiap menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan spiritual maupun sosial.

MUI pun mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ajang memperkuat toleransi, mempererat kebersamaan, serta menjaga persatuan bangsa.

Dengan imbauan tegas ini, diharapkan Ramadan tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat. (*).

 

Advertisement

Artikel Terkait

STNK Tertinggal Saat Berkendara? Kini Ada Versi Digital yang Bisa Ditunjukkan ke Polisi

STNK Tertinggal Saat Berkendara? Kini Ada Versi Digital yang Bisa Ditunjukkan ke Polisi

Lupa membawa STNK saat bepergian kini tak lagi menjadi persoalan besar. Polri menghadirkan STNK Digital yang dapat diakses melalui ponsel da

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer