Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UMP  Tuntut Transparansi dan Keadilan Tata Kelola Kampus

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua saat menyampaikan aspirasi dihalaman kampus setempat, Senin (11/5/2026).(Ceposonline.com/Jimi)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua saat menyampaikan aspirasi dihalaman kampus setempat, Senin (11/5/2026). (Ceposonline.com/Jimi)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua (UMP) menyampaikan aspirasi kolektif kepada pihak Rektorat dan Lembaga Kampus, Senin (11/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan oleh para mahasiswa sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan universitas, dengan mengedepankan jalur damai dan konstitusional.

Langkah ini diambil bukan sebagai upaya menciptakan benturan antarpihak, melainkan sebagai tekanan moral dan sosial untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pimpinan universitas.

Advertisement

Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhamadiyah Papua (UMP), Jarinus Murib menekankan bahwa gerakan ini merupakan refleksi dari semangat Muhammadiyah yang berkhidmat, berkeadilan, dan berperadaban. 

Mereka menuntut agar kampus tetap menjadi ruang yang demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan bagi seluruh civitas academika.

"Kami, seluruh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua hadir secara damai untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan yang menjadi hak konstitusional. Kami datang sebagai bagian integral dari komunitas akademik UMP," ujar Jarinus.

Advertisement

Lanjut Jarinus mengatakan, aspirasi ini dilakukan tidak jalan begitu saja. Tentu melalui diskusi-diskusi intensif, musyawarah, serta penyebaran petisi yang melibatkan ratusan mahasiswa dilingkungan kampus. 

Dalam aksi tersebut sejumlah tuntutan yang dilayangkan mahasiswa diantaranya adalah Penurunan Biaya SPP, Penghentian Tagihan Pembangunan, Jaminan KIP kuliah, Penolakan kuliah pada hari Sabtu, dan masih banyak lainnya.

Ungkapnya, tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap sejumlah persoalan struktural dan praktis yang dialami mahasiswa, terutama dalam hal keberlanjutan biaya pendidikan, transparansi kebijakan, hak-hak akademik, dan pengakuan atas identitas keberagaman di lingkungan kampus. 

"Kami berkeyakinan bahwa dengan memperbaiki kebijakan, kebijakan tersebut, UMP akan semakin mampu mewujudkan visi sebagai kampus beradab, berkeadilan, dan berdaya saing," jelasnya.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Hari Ini BEM UI Gelar Demo Besar di Jakarta, Masyarakat Boleh Ikut Bersuara, Simak 5 Tuntutan Utaman

Hari Ini BEM UI Gelar Demo Besar di Jakarta, Masyarakat Boleh Ikut Bersuara, Simak 5 Tuntutan Utaman

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia bersiap menggelar aksi

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membangun asrama pelajar dan mahasiswa putra dengan anggaran Rp 3,

Bukan Sekadar Syarat Lulus, Riset Tugas Akhir Kampus Harus Sesuai Kebutuhan Daerah  

Bukan Sekadar Syarat Lulus, Riset Tugas Akhir Kampus Harus Sesuai Kebutuhan Daerah  

Banyak persoalan yang hingga saat dihadapi setiap daerah. Hanya saja riset atau penelitian yang dilakukan mahasiswa di perguruan tinggi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer