Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanah Labil, Pencarian Korban Tambang Ilegal di Polimak Masih Berlangsung

Y
Penulis: Yohanes Palen❯

 

Nampak petugas Basarnas bersama warga dan aparat TNI/Polri saat melakukan proses pencarian korban, Minggu (17/2/2026). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Nampak petugas Basarnas bersama warga dan aparat TNI/Polri saat melakukan proses pencarian korban, Minggu (17/2/2026). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Proses pencarian korban tertimbun tanah di lokasi tambang ilegal di Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, masih dilakukan. 


Advertisement

 

Korban diketahui bernama Raflaes Fobataba (22) yang tertimbun material tanah saat melakukan penggalian di area tambang ilegal tersebut. 

 

Advertisement

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) dan langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.

 

Sejak hari kejadian, tim dari Basarnas bersama aparat TNI/Polri telah melakukan upaya evakuasi secara intensif. 

Advertisement

 

Hingga hari ketiga, petugas bersama warga setempat dan keluarga korban masih bekerja keras dengan menggunakan peralatan manual maupun alat pendukung lainnya guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.

 

Sementara itu Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, turut turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan para petugas di lapangan. 

 

Adapun lokasi kejadian yang berada di area perbukitan dengan struktur tanah labil menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi. 

 

Selain itu, faktor cuaca dan risiko longsor susulan juga menjadi perhatian utama dalam proses pencarian.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kabupaten di Papua Tengah Rawan Banjir dan Longsor

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kabupaten di Papua Tengah Rawan Banjir dan Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi Papua Tengah. 

BMKG: Cuaca Ekstrem dan Risiko Banjir-Longsor Mengancam Mimika

BMKG: Cuaca Ekstrem dan Risiko Banjir-Longsor Mengancam Mimika

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Mozez Kilangin Mimika berkolaborasi dengan Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan serangkaian peringatan dini berantai sepanjan

BMKG Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor Tingkat Tinggi di Wilayah Pegunungan Mimika

BMKG Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor Tingkat Tinggi di Wilayah Pegunungan Mimika

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di Provinsi Papua Tengah, dengan fokus kerentanan tinggi di wilayah ge

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer