Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Menteri Kabinet Merah Putih Dituding Merusak Papua

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯

 

Masa aksi dari Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) Kota studi Jayapura saat mengelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Rabu (22/1/2026).
Masa aksi dari Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) Kota studi Jayapura saat mengelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Rabu (22/1/2026).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) Kota studi Jayapura kembali turun ke jalan meminta pemerintah hentikan Investasi dan Pendoropan Militer masuk di tanah Papua.


Advertisement

Hanya saja jika selama ini aksi dengan isu serupa umumnya diikuti ratusan orang dan dianggap mengkhawatirkan namun pada aksi siang ini hanya terlihat beberapa orang.


Aksi dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya “Salibkan Natalis Pigai dan Balhil, Kami bisa hidup tanpa investasi, Lawan ketidakadilan di tanah ini, Kami makan sagu, ubi bukan sawit
hingga Menteri HAM masih tidur di hotel bintang lima kah?.

Kepada Cenderawasih Pos penangung jawab aksi Arius Siep (21) mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai bentuk sikapa moral dan politik, terhadap situasi kemanusiaan di tanah Papua saat ini.

Advertisement

Menurutnya pendoropan militer serta masuknya investasi yang terus terjadi di tanah Papua oleh pemerintah pusat merupakan suatu bentuk penjajahan secara langsung kepada masyarakat Papua.

"Ini adalah bentuk penjajahan secara tidak langsung kepada masyarakat Papua. Kenyataannya masih banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah ini (Papua)," kata Arius Siep.

Investasi saat ini di tanah Papua tidak untuk membuat orang Papua bahagia, tetapi untuk menindas.

Advertisement

Karena itu ia menilai, kehadiran perusahaan justru mengancam masa depan masyarakat Papua. Karena itu, mahasiswa menegaskan sikap penolakan terhadap investasi yang dianggap hanya membawa kerugian sosial maupun lingkungan.


Ucapnya dalam orasi, Indonesia disebut negara hukum, tapi kenyataannya hukum sudah mati. Demokrasi yang seharusnya memberi ruang menyampaikan pendapat kini ditutup rapat.

Situasi aksi di Abepura hingga berita ini diturunkan berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Hari Ini BEM UI Gelar Demo Besar di Jakarta, Masyarakat Boleh Ikut Bersuara, Simak 5 Tuntutan Utaman

Hari Ini BEM UI Gelar Demo Besar di Jakarta, Masyarakat Boleh Ikut Bersuara, Simak 5 Tuntutan Utaman

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia bersiap menggelar aksi

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Papua Selatan Tampung 50 Anak

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membangun asrama pelajar dan mahasiswa putra dengan anggaran Rp 3,

Bukan Sekadar Syarat Lulus, Riset Tugas Akhir Kampus Harus Sesuai Kebutuhan Daerah  

Bukan Sekadar Syarat Lulus, Riset Tugas Akhir Kampus Harus Sesuai Kebutuhan Daerah  

Banyak persoalan yang hingga saat dihadapi setiap daerah. Hanya saja riset atau penelitian yang dilakukan mahasiswa di perguruan tinggi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer