Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyawa Puluhan Pasien Cuci Darah di RSUD Dok II Terancam

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Gamel Cepos: Para pasien cuci darah saat mendatangi managemen rumah sakit menanyakan ketersediaan stok bahan cairan cuci darah, Senin (02/09/2024). Gamel Cepos: (Sandy For CeposOnline)
Gamel Cepos: Para pasien cuci darah saat mendatangi managemen rumah sakit menanyakan ketersediaan stok bahan cairan cuci darah, Senin (02/09/2024). Gamel Cepos: (Sandy For CeposOnline)

 


Advertisement

CEPOSONLINE.COM-JAYAPURA – Nyawa puluhan pasien cuci darah di RSUD Dok Jayapura terancam. Ini setelah pihak managemen menyatakan bahwa ada beberapa bahan termasuk cairan yang biasa digunakan untuk proses cuci darah ternyata mulai habis.

Mirisnya cairan ini memiliki stok terbatas dan hanya bisa untuk dua kali pakai. Pasienpun diminta menunggu hingga akhir bulan September. “Tadi (kemarin) kami mendapat kabar seperti itu, cairannya terbatas dan kami diminta untuk bersabar,” kata Nur, salah satu pasien cuci darah kepada CeposOnline.Com, Senin (2/9) malam.

Ia dan pasien lainnya kaget karena paling tidak harus menunggu 18 hari ke depan sementara pasien cuci darah dalam 4 hari saja sudah lemas. Sesak dan banyak keluhan lainnya. “Kami sudah tanyakan  ke managemen katanya distributornya yang menolak memasukkan cairan atau bahan – bahan lain karena pihak rumah sakit masih memiliki banyak hutang. Kami heran kok bisa begini sementara klaim BPJS kami selalu dibayarkan lancar,” sindir Nur.

Advertisement

 Nur yang sudah  melakukan cuci darah 2 tahun lebih ini khawatir nyawa teman – temannya karena tidak semua bisa berobat di luar Papua karena factor ekonomi. “Bisa saja kami langsung terbang keluar tapi kan tidak semua bisa. Kasihan teman – teman yang lain,” imbuhnya.

 Nur dan puluhan pasien lainnya berencana hari ini akan mendatangi kantor DPR Provinsi Papua untuk menyuarakan puluhan nyawa pasien yang terancam karena stok bahan untuk cuci darah terbatas. “Kami mau kemana lagi coba, semoga bisa dibantu,” tutup Nur. (ade)

Advertisement

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

Presiden Prabowo Subianto meminta antrean pasien diperpendek serta pelayanan di rumah sakit diberikan secara setara, baik kepada peserta

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan rumah sakit-rumah sakit tidak mem

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui sistem layanan kesehatan nasional masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam memperkuat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer