Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Jadi Lauk Sederhana, Ternyata Tempe Menyimpan 9 Asam Amino Penting

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Tempe selama ini dikenal sebagai lauk sederhana yang mudah ditemukan di meja makan masyarakat Indonesia. Harganya relatif terjangkau dan dapat diolah menjadi beragam hidangan.

Namun, di balik kesederhanaannya, makanan berbahan dasar kedelai ini menyimpan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang juga mengandung serat, zat besi, kalsium, serta lemak tak jenuh. Kandungan tersebut menjadikannya pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Advertisement

Popularitas tempe bahkan semakin meluas ke berbagai negara. Teksturnya yang padat, cita rasa gurih, serta kemampuannya diolah menjadi berbagai hidangan membuat tempe kerap digunakan sebagai alternatif protein hewani.

Dikutip dari Jawa Pos, tempe dibuat melalui proses fermentasi kedelai menggunakan kultur mikroorganisme selama sekitar dua hingga tiga hari. Proses ini menghasilkan tekstur padat dan cita rasa khas yang sedikit menyerupai kacang.

Dari sisi nutrisi, tempe memiliki kandungan protein dan serat yang cukup tinggi. Dalam setiap setengah cangkir tempe polos, terkandung sekitar 18 gram protein dan 6 gram serat.

Advertisement

Tempe juga menyediakan sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Karena mengandung seluruh asam amino tersebut, tempe dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein lengkap dari bahan nabati.

Proses fermentasi turut mengubah sebagian protein dan pati dalam kedelai. Perubahan ini dapat membuat tempe lebih mudah dicerna oleh sebagian orang dibandingkan kedelai yang belum difermentasi.

Meski demikian, tempe tidak selalu dapat dianggap sebagai sumber probiotik. Sebab, sejumlah produk tempe komersial telah melalui proses pemanasan atau pasteurisasi yang dapat membunuh mikroorganisme hidup.

Karena itu, nilai gizi tempe lebih tepat dilihat dari kandungan protein, serat, mineral, dan lemak tak jenuhnya, bukan semata-mata dari proses fermentasi.

Advertisement
Editor : AdminDua

Artikel Terkait

TNI Punya Tugas Baru: Tanam Padi dan Produksi Kedelai

TNI Punya Tugas Baru: Tanam Padi dan Produksi Kedelai

Pemerintah mulai melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penguatan sektor pangan nasional melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer