Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Keerom Minta Dukungan Semua Pihak: Bangun Food Estate Tidak Mudah, Butuh Proses

M
Penulis: Mustakim Ali❯
Momen Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menhan, Prabowo Subianto dan jajaran didampingi Bupati Keerom, Piter Gusbager, Rabu (22/03/2023) lalu.
Momen Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menhan, Prabowo Subianto dan jajaran didampingi Bupati Keerom, Piter Gusbager, Rabu (22/03/2023) lalu.

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemkab Keerom terus berupaya meningkatkan pengembangan program Food Estate atau budidaya jagung.


Advertisement

Hal ini disampaikan Bupati Keerom, Piter Gusbager dalam panen raya jagung bersama Komando Korem 162/PWY di Kampung Wambes, Distrik Mannem, Rabu (27/03/2024).

Piter menjelaskan bahwa kontribusi terbesar dalam menopang perekonomian daerah di Keerom ialah di bidang pertanian.

Advertisement

 Salah satunya adalah budidaya jagung.

"Jagung adalah sumber pangan yang sangat penting, kita berharap program Food Estate ini bisa menjadi kontribusi utama dalam ketersediaan pangan di daerah ini," ujarnya.

Piter juga menyampaikan bahwa Keerom sudah masuk dalam renstra Food Estate Nasional sejak 2024.

Advertisement

"Setelah masuk dalam kalender nasional, mulai tahun ini, Keerom akan mendapatkan anggaran DAK fisik dari pusat sebesar Rp 49 Miliar yang nantinya kita gunakan untuk pengembangan lahan Food Estate ini," ungkapnya.

Menurut Piter, lahan Food Estate seluas 5.000 hektar di Keerom saat ini sudah masuk dalam peta Food Estate Nasional, yang disetujui dan ditetapkan oleh Bappenas. 

Direncanakan, mulai tahun akan buka lahan baru lagi sekitar 2.500 hektar.

"Ini semua upaya kita, meski belum bisa lihat hasilnya sekarang, tetapi kita harus tetap fokus dan membangun fondasi yang kokoh untuk sebuah hasil yang baik dikemudian hari," tuturnya.

Piter berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak menjadi harapan pemerintah dalam mensukseskan Food Estste di Negeri Tapal Batas ini.

"Kami masi berusaha keras untuk mengembangkan Food Eastet ini kedepan. Tantangan utama yang kita hadapi adalah kualitas petani yang selalu kita upayakan dengan berbagai cara untuk terus ditingkatkan," tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Percepat Operasional Koperasi Desa, SK Manager hingga Sistem Gaji Diteken

Percepat Operasional Koperasi Desa, SK Manager hingga Sistem Gaji Diteken

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Me

Buntut Pidato di Sidang MPR RI, Komnas Perempuan Warning Presiden Hati-hati dalam Pernyataan Publik

Buntut Pidato di Sidang MPR RI, Komnas Perempuan Warning Presiden Hati-hati dalam Pernyataan Publik

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan meminta Presiden RI agar lebih berhati-hati dalam sikap dan pernyataan di ruang publik aga

Prabowo Bakal Tutup 750 Perusahaan di Akhir 2026, Gelombang PHK Akan Terjadi? 

Prabowo Bakal Tutup 750 Perusahaan di Akhir 2026, Gelombang PHK Akan Terjadi? 

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal terjadi. Hal ini setelah Presiden Prabowo Subianto mengisyratkan akan menutup 750 badan usaha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer