
Dampak masyarakat saat antre mengurus dokumen kependudukan di Kantor Dukcapil Kabupaten Keerom.(foto : Noel/Cepos)
KEEROM - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Keerom Yohanes Tawa SAg mengungkapkan bahwa pola budaya kehidupan masyarakat asli Keerom yang sering berpindah tempat menjadi salah satu kendala dinas yang dipimpinnya untuk mendata penduduk di Keerom.
Menurutnya, hingga saat ini data 2000 penduduk yang diusulkan KPU untuk didata sedang diupayakan untuk dilakukan pendataan dokumen kependudukan. "Untuk 2000 penduduk yang belum ber-KTP akan menjadi perhatian kami, dan ketika jaringan bagus kita akan cetak," katanya kepada media ini di Keerom, Kamis (6/12).
Untuk 2.000 penduduk yang disinyalir berpindah tempat ini, saat ini sedang dalam pencarian Dinas Dukcapil untuk mengetaui pasti posisi mereka. "Sekarang kita cari orang - orang ini posisi dimana? Kita cari, kalau orangnya ada kita cetak, tapi kalo trada kita akan cari," tandasnya.
Ia menambahkan, selama ini masyarakat dengan pola hidup yang berpindah membuat stafnya kewalahan untuk melakukan pencarian hingga di wilayah pedalaman di 11 Distrik dan 99 kampung di Keerom. "Jadi mobilitas penduduk itu tidak tertib, masyarakat kemana kita tidak tau dan para kepala kampung pun tidak tahu warganya kemana," ujarnya. (oel/tri)
