Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Walaupun Ada Perbedaan Tetap Satu Ukuwah Islamiyah

R
Penulis: Rohana Wenggi❯

Umat muslim menjalankan Salat Idul Fitri di Halaman Masjid Agung Al-Aqsa, Sabtu (21/3/2026). (CEPOSONLINE.COM/YOHANA).
Umat muslim menjalankan Salat Idul Fitri di Halaman Masjid Agung Al-Aqsa, Sabtu (21/3/2026). (CEPOSONLINE.COM/YOHANA).


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Ribuan umat Muslim memadati pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani. Jamaah yang hadir terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

 

 

Advertisement

Dalam pelaksanaan salat Ied tersebut, khotib mengangkat tema “Hakikat dan Tujuan Penciptaan Manusia.”

 

 

Advertisement

Khotib, Sakarudin, dalam ceramahnya menekankan pentingnya menjaga persatuan meski terdapat perbedaan dalam penentuan 1 Syawal.

 

 

“Perbedaan dalam penentuan 1 Syawal bukan menjadi alasan untuk bertikai. Yang berbeda hanya penentuan waktunya, sementara pelaksanaan dan tata cara Idul Fitri tetap sama,” ujarnya.

 

 

Ia menjelaskan bahwa perbedaan pendapat dalam Islam merupakan rahmat dan bentuk kasih sayang Allah SWT, sehingga harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi.

 

 

Dalam khutbahnya, ia juga mengingatkan jamaah tentang tujuan utama penciptaan manusia, yakni untuk mengingat dan beribadah kepada Allah SWT.

 

 

Hal tersebut, sebagaimana tercermin dalam firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 190 tentang tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir.

 

 

Selain itu, momentum Idul Fitri juga menjadi refleksi setelah sebulan menjalankan ibadah di bulan Ramadan, seperti puasa, membaca Al-Quran, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

 

 

“Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi. Kita datang ke dunia ini bukan untuk selamanya, melainkan sebagai tempat sementara,” katanya.

 

 

Ia pun mengajak seluruh umat Muslim untuk terus menjaga persatuan dan mempererat tali silaturahmi, meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.

 

 

“Walaupun ada perbedaan, tetapi kita tetap satu dalam ukhuwah Islamiyah,” tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Akhirnya BMKG Akui, Kabut Putih di Jayapura Adalah Asap Kiriman 

Akhirnya BMKG Akui, Kabut Putih di Jayapura Adalah Asap Kiriman 

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan sekitarnya

BPBD Jayapura: Kabut Putih Bukan Asap Karhutla, Itu Akibat Kelembapan Tinggi

BPBD Jayapura: Kabut Putih Bukan Asap Karhutla, Itu Akibat Kelembapan Tinggi

Kabut putih yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Jayapura dalam dua pekan terakhir bukan disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lah

Pembayaran Parkir di Sentani Akan Gunakan QRIS

Pembayaran Parkir di Sentani Akan Gunakan QRIS

Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura mendorong penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS sebagai salah satu upaya mening

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer