
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengingatkan kepada Kepala Kampung agar memiliki jiwa besar.
"Jadi, Kepala Kampung adalah Kepala Pemerintahan ditingkat bawah, sehingga harus siap menerima setiap masukkan, saran dan kritikkan dari masyarakatnya,"ucap Abisai Rollo.
Menurutnya, Kepala Kampung seharusnya tidak marah jika mendapatkan kritik dari masyarakat.
"Kepala Kampung jangan mudah tersinggung atau marah, karena kritikan adalah bagian penting dari proses Pemerintahan Kampung dan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan,"kata pria yang biasa disapa ABR ini.
ABR menyampaikan, agar Kepala Kampung harus menerima kritik dengan bijaksana, mendengarkannya, dan berusaha untuk menindaklanjutinya demi kesejahteraan warga.
"Kritik membantu Kepala Kampung untuk mengetahui apa yang menjadi harapan dan keluhan masyarakat, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan warganya,"ujar ABR.
ABR menegaskan, Kepala Kampung memiliki kewajiban untuk melayani masyarakat dan menjaga kesejahteraan mereka.
Dengan menerima kritik, Kepala Kampung menunjukkan bahwa ia peduli dengan aspirasi warga dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka.
"Jadi, kritik dapat membantu kepala desa untuk memperbaiki kinerja dan pelayanan pemerintahannya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih besar,"pintanya.
Politisi Golkar ini berpendapat, hal yang wajar jika ada masyarakat yang kritik, mungkin saja dia belum merasa puas dengan kebijakkan yang dibuat Kepala Kampung.
ABR melihat permasalahan yang sama yang terjadi di 5 Kampung yang sudah dia datangi, dimana dia menerima aspirasi dan informasi langsung dari masyarakat terkait kinerja dan kebijakkan yang dibuat Kepala Kampung selama ini.
"Tujuan saya tidur di Kampung salah satunya yakni ingin melihat sejauh mana kinerja Kepala Kampung membangun masyarakatnya selama ini. Ternyata ada banyak masalah,"tegasnya.
Lanjut ABR bahwa salah satunya yakni belum adanya kerja sama yang baik antara 3 tungku.
Adapun tiga tungku yang dimaksud dirinya adalah adat, gereja dan pemerintah kampung.
"Mulai sekarang saya ingatkan agar tiga tungku di Kampung harus sejalan dan saat musrenbang tingkat Kampung maka harus melibatkan 3 tungku ini,"pungkas ABR. (*).



