Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Depan Walikota, Warga Ngaku Terganggu Aktifitas di Kolong Jembatan Ini

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Masyarakat di Kampung Enggros saat melakukan tatap muka dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di Kampung Enggros, Senin (10/6/2025). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
Masyarakat di Kampung Enggros saat melakukan tatap muka dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di Kampung Enggros, Senin (10/6/2025). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Keberadaan Jembatan Youtefa atau dikenal jembatan merah memang kini menjadi salah satu ikon obyek wisata di Kota Jayapura.


Advertisement

Namun keberadaan jembatan Youtefa tersebut kini mulai dikeluhkan oleh masyarakat yang bermukim disekitarnya.

Pasalnya jembatan merah tersebut justru kini dimanfaatkan sebagian orang sebagai tempat mereka berkumpul sambil mengkonsumsi miras.

Selain itu jembatan Yotefa tersebut juga dipakai sebagai tempat balapan motor dan orang memarkirkan kendaraan.

Advertisement

"Sebenarnya jembatan Youtefa ini untuk apa. Kita lihat banyak orang datang lalu memarkirkan kendaraannya diatas jembatan dan itu sangat menganggu lalu lintas,"ungkap Orgenes Merauje salah satu warga Kampung Enggros saat tatap muka dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo pada program Turun Kampung di Kampung Enggros, Senin (10/6/2025).

Orgenes adalah mantan Kepala Kampung Engros. Ia berharap agar Wali Kota menertibkan parkiran liar diatas jembatan Youtefa tersebut.

Karena selain menganggu lalu lintas dan terjadinya kemacetan, juga sebagai tempat orang berkumpul sambil mengkonsumsi miras.

Advertisement

"Jadi, jembatan Yotefa itu setiap malam banyak orang mabuk dan sering terjadi kejahatan,"tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, jembatan Youtefa adalah salah satu ikon obyek wisata di Kota Jayapura.

"Jembatan Youtefa ini harus dirawat dan dijaga baik dan itu bukan tempat orang berkumpul untuk miras,"kata Abisai Rollo.

Abisai Rollo meyampaikan, keluhan masyarakat ini tentu akan disikapi dan akan segera menertibkan orang-orang yang suka berkumpul lalu miras dibawah jembatan maupun diatas jembatan.

"Kita akan tertibkan semua, saya dan Wakil Wali Kota sudah berkomitmen agar kota ini aman dari segala masalah, termasuk mereka yang suka miras dijalan-jalan,"tegas pria yang disapa ABR.

Kata ABR, banyak kejahatan terjadi di Kota Jayapura selama ini dan salah satu penyebabnya karena miras.

Untuk itu ia telah berkomitmen untuk menertibkan semua penjual miras ilegal yang berjualan dipinggiran jalan pada malam hari.

"Selama ini kita masih sifatnya teguran dan sosialisasi, sekarang kita dengan tindakkan. Kalau kedapatan orangnya kita tangkap dan proses hukum, barangnya kita sita juga,"pintanya.

Pada kesempatan ini ABR juga meminta pihak Kepolisian agar melakukan patroli untuk menertibkan orang-orang yang melakukan balap liar di jembatan Youtefa.

"Kita sudah bentuk tim terpadu pengamanan di Kota Jayapura dimana didalamnya gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP, kita akan segera aktifkan agar mereka mulai menjalankan tugasnya,"tutup ABR. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Cabai Rawit Makin Pedas! Di Jayapura Tembus Rp150 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit Makin Pedas! Di Jayapura Tembus Rp150 Ribu/Kg

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura semakin pedas. Setelah sebelumnya dijual sekitar Rp9

Kabar Baik! Pelni Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Saat Nataru 2027

Kabar Baik! Pelni Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Saat Nataru 2027

Menjelang perayaan natal dan tahun baru mobilitas masyarakat dipastikan bakal melonjak tajam. Termasuk menggunakan jasa transportasi laut.

​Tepat Sesuai Ancaman, Suku Sibri Blokir Ruas Jalan Hamadi–Holtekamp

​Tepat Sesuai Ancaman, Suku Sibri Blokir Ruas Jalan Hamadi–Holtekamp

Ancaman pemalangan adat yang sebelumnya santer beredar di media sosial akhirnya benar-benar terjadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer