Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Datangi DPR Papua Pegunungan Pencaker Dari Forum Pribumi Sampaikan 4 Tuntutan

D
Penulis: Deni Tonjau❯
Puluhan pencaker yang tergabung dalam forum pribumi saat mendatangi Kantor DPRP Papua Pegunungan, Senin (24/11/2025)(Ceposonline.com/Deni Tonjau)
Puluhan pencaker yang tergabung dalam forum pribumi saat mendatangi Kantor DPRP Papua Pegunungan, Senin (24/11/2025)(Ceposonline.com/Deni Tonjau)

CEPOSONLINE.COM, WAMENA - Para pencaker yang tergabung dalam Forum Pribumi Papua Pegunungan 8 Korlap kabupaten/Kota dan anak cucu perintis Papua Pegunungan melakukan aksi demo di Kantor DPRP Papua Pegunungan, untuk menyampaikan 4 aspirasi, Senin (24/11/2025)


Advertisement

 

Untuk tuntutan pertama, meminta kuota 6500 CASN ini bisa dianggarkan oleh DPRP Papua Pegunungan agar tahun depan nanti bisa direalisasikan. Kedua, masa juga mendesak ke DPR Papua Pegunungan terkait dengan optimalisasi kuota kosong dalam seleksi CASN Formasi 2024 sebanyak 347 yang juga sudah diserahkan ke Menpan RB.

 

Advertisement

Tuntutan ketiga, DPR Papua Pegunungan bisa menaikkan anggaran BKPSDM Papua Pegunungan agar proses ini bisa dilakukan dengan baik.

  Keempat, DPR Papua Pegunungan harus memberikan kepastian terhadap tuntutan pertama dan kedua dalam rapat paripurna, apabila tuntutan ini tak lanjutkan maka forum tersebut akan datang dengan masa yang lebih besar untuk menyampaikan hal ini.

 

Advertisement

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopre hari ini pencaker dari forum probumi sudah datang ke DPRP untuk menyampaikan aspirasi agar legislatif bisa mendorong hasil komunikasi mereka dengan Menpan RB di jakarta beberapa waktu lalu.

 

"Sesuai dengan kapasitas yang ada pada kami DPRP sudah menerima dan mengawal aspirasi tersebut, kami juga berharap kepada pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk melakukan kerjasama yang baik dan tidak saling menyalahkan antara Gubernur dan Wakil Gubernur,"katanya.

 

Yos menegaskan Nasib dari para pencaker ini tak boleh di korbankan, artinya kalau ada masalah ditingkat atas jangan mengorbankan pencaker yang ada di bawah, oleh karena itu, dalam waktu dekat DPRP Papua Pegunungan akan mengundang dinas terkait.

 

"Kalau bisa kita undang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk duduk bersama dan membicarakan permasalahan pencaker ini, kami juga minta kuota 347 yang kosong itu untuk transparan mau kasih ke siapa-siapa, setidaknya data harus disampaikan ke pencaker, agar tak ada prasangka buruk,"tegasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Delapan Wakil Adat dari 40 Distrik Kini Duduk di DPRK Jayawijaya

Delapan Wakil Adat dari 40 Distrik Kini Duduk di DPRK Jayawijaya

Delapan anggota DPRK Jayawijaya mekanisme Otsus dan satu anggota DPRK Jayawijaya  dari pergantian antar waktu (PAW) dilantik Ketua Pengadila

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Polres Jayawijaya masih mendalami motif tindak pidana kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di Sinakma

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Kondisi kapasitas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena sudah sesak, pasalnya satu-satunya Lapas di Papua Pegunungan itu kelebihan nyari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer