Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Benar Jika Ada Penyelewengan Dana Desa di Kampung Yanenggame

D
Pembagian BLT dari dana desa tahap I kampung Yanenggame Distrik Wamena beberapa waktu lalu.(ceposonline.com/Dok. Kampung Yenenggame)
Pembagian BLT dari dana desa tahap I kampung Yanenggame Distrik Wamena beberapa waktu lalu.(ceposonline.com/Dok. Kampung Yenenggame)

CEPOSONLINE.COM,WAMENA- Meskipun Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembayaran ADK mantan aparat Kampung, Program padat karya telah diselesaikan oleh Kampung Yanenggame Distrik Wame Kabupaten Jayawijaya, namun masih ada Informasi beredar jika ada penyelewengan dana itu, Senin (10/11/2025).


Advertisement

Plt. Kepala Kampung Yanenggame Yance Kogoya menegaskan informasi yang sengaja dikembangkan ke grup -grup whatsapp sangat menyesatkan, dan tak benar. Sangat disayangkan karena oknum yang menyebarkan informasi menyesatkan itu adalah seorang hamba Tuhan yang sudah menerima bantuan tersebut bersama istri dan anaknya.

"Kami ingin klarifikasi bahwa informasi yang mengklaim jika ada penyelewengan dana desa di Kampung Yanenggame tak benar, dan sudah disaksikan oleh seluruh warga di kampung itu dan bisa dibuktikan serta sudah dilakukan klarifikasi ke pemkab Jayawijaya," ungkapnya di Wamena.

Sejak awal dana desa itu dicairkannya dari bank sebesar Rp 500 juta lebih, langsung dibawa ke kampung yang disaksikan seluruh masyarakat untuk pembagian BLT. Namun yang terdata hanya 49 orang sementara banyak yang tak dapat, oleh karena itu diambil kebijakan agar dibagi per kartu keluarga Rp 1 juta.

Advertisement

"Ini kami lakukan untuk menghindari konflik di tengah masyarakat, sebab apabila kami mengikuti data tersebut pastinya warga yang tak dapat akan mengamuk, sementara untuk pembayaran ADK aparat kampung yang lama juga sudah diselesaikan Rp 10 juta per orang."beber Yance 

Di tempat yang sama Kepala Distrik Wame Yunes Kogoya mengaku waktu pencairan dirinya memerintahkan 4 kepala kampung langsung turun ke kampung, karena jujur kepala kampung lama tak pernah melakukan hal seperti itu dan masyarakat tahu itu.

"Tahun ini berbeda semua dana desa itu langsung ke kampung dan bagikan sesuai dengan arahan kami, namun informasi yang tak benar menyatakan kepala distrik bersama kepala kampung, realitanya kami hanya mengarahkan tidak terlibat dalam pembagian dana desa secara langsung," bebernya

Advertisement

Ia menegaskan oknum yang sengaja menyebarkan informasi tak benar ini sebenarnya di spesialkan, sebab apa yang ia bersama keluarganya terima itu berbeda dengan warga yang lain, namun masih menyebarkan informasi yang tak benar.

"Kami minta Pemkab Jayawijaya mengarahkan agar oknum seperti ini di proses hukum, sebab nama pemerintah juga sedang diganggu, untuk pengelolaan dana desa kami punya bukti kuat jika sudah dilakukan,"tutup Yunes. (*)

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Tanpa Sebab Yang Jelas Seorang Pemuda Ditikam di Depan Kios

Polres Jayawijaya masih mendalami motif tindak pidana kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di Sinakma

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Lapas Wamena Sudah Over Kapasitas, Bangunan Rapuh, Saatnya Pemprov Papeg Berikan Perhatian

Kondisi kapasitas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena sudah sesak, pasalnya satu-satunya Lapas di Papua Pegunungan itu kelebihan nyari

Dampak Kabut Asap Mulai Mengancam Ketersediaan BBM Di Wamena

Dampak Kabut Asap Mulai Mengancam Ketersediaan BBM Di Wamena

Kabut asap yang selama seminggu lebih menanggagu penerbangan di   Bandara Wamena, mulai mengancam ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer