
CEPOSONLINE.COM, INTAN JAYA — Aksesibilitas warga Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kini mulai terbuka. Jembatan Merah Putih Ugimba resmi dioperasikan untuk menghubungkan wilayah yang selama ini terisolasi, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan area perkebunan.
Jembatan tersebut diresmikan oleh Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto.
Joko hadir mewakili Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, yang berhalangan hadir karena mendadak menjalankan tugas negara di Jakarta.
Proyek infrastruktur ini dibangun melalui kolaborasi prajurit TNI—termasuk Komando Operasi (Koops) TNI Habema—bersama organisasi aksi kemanusiaan Vertical Rescue Indonesia, pemerintah daerah setempat, serta warga Ugimba.
Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi integrasi antara stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan infrastruktur sipil di wilayah pegunungan Papua.
Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa pemulihan keamanan di wilayah konflik harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
"Jangan hanya melihat jembatannya, tetapi lihat kehidupan yang akan melewatinya. Anak-anak menuju sekolah, mama-mama menuju kebun, masyarakat menuju pelayanan kesehatan dan tempat ibadah. Yang kita bangun bukan hanya jembatan, tetapi juga kesempatan dan harapan bagi masa depan masyarakat Ugimba," ujar Brigjen TNI Riyanto, dalam keterangan resminya, Selasa (13/10).
Jembatan Merah Putih Ugimba diharapkan menjadi simbol transisi kawasan dari zona kerawanan menuju wilayah berorientasi pembangunan sosial-ekonomi yang inklusif bagi masa depan anak-anak Papua. (mww/wen)



